Petugas Mogok Kerja, Seluruh Kereta Api Jarak Jauh di Jerman Tidak Beroperasi | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 10.12.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Transportasi

Petugas Mogok Kerja, Seluruh Kereta Api Jarak Jauh di Jerman Tidak Beroperasi

Setelah negosiasi gaji gagal pekan lalu, pekerja kereta api di seluruh Jerman melakukan aksi mogok kerja selama empat jam. Semua perjalanan kereta jarak jauh dibatalkan.

Perjalanan kereta api jarak jauh terhenti di Jerman, Senin pagi (10/11). Rute bagi kereta regional juga sangat terpengaruh, terutama di Nordrhein Westfalen, Bayern, dan kota-kota seperti Karlsruhe dan Mannheim. Ada juga pembatalan di Mecklenburg Vorpommern, Hamburg dan Niedersachsen.

Di ibukota Berlin, diperkirakan tidak akan ada kereta dalam kota (S-Bahn) yang beroperasi. Di Bayern hampir tidak ada kereta api.

Para pekerja telah mogok setelah pembicaraan gaji antara perusahaan kereta api utama negara itu Deutsche Bahn (DB) dan serikat pekerja kereta api EVG gagal tanpa tercapai kesepakatan.

Aksi mogok digelar hanya sehari setelah DB meningkatkan harga tiket kereta api dengan rata-rata 1,9 persen.

Meskipun tidak ada aksi mogok tambahan yang diumumkan, EVG memperingatkan bahwa aksi semacam itu bisa terjadi juga menjelang Natal. Sebuah serikat pekerja lain, Serikat Pengemudi Lokomotif Jerman (GDL), diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan paralelnya dengan DB pada hari Selasa (11/12), tetapi memperingatkan bahwa 36.000 anggotanya juga dapat mengambil tindakan jika pembicaraan negosiasi upah gagal.

EVG, yang mewakili sekitar 160.000 pekerja kereta api, menyalahkan bos DB atas jeda pembicaraan hari Sabtu (8/12) di Hamburg. EVG bersikeras bahwa skema pengupahan baru yang ditawarkan oleh perusahaan kereta api terlalu rendah. Perusahaan kereta api, sementara itu menyebut pemogokan tersebut sebagai "eskalasi yang benar-benar tidak perlu." DB mengatakan telah menawarkan  kenaikan gaji total sebesar 5,1 persen dalam dua tahapan dan pembayaran kompensasi satu kali sebesar 500 euro.

vlz/hp (DPA, Reuters)

Laporan Pilihan