Pesawat Israel Kembali Serang Gaza | Fokus | DW | 17.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pesawat Israel Kembali Serang Gaza

Tentara Israel melanjutkan serangan udaranya terhadap sasaran-sasaran militan hamas. Sayap militer Hamas menyatakan akan melakukan serangan balasan, besar kemungkinan dengan serangan bom bunuh diri.

default

Bentrokan berkepanjangan antara dua kelompok bertikai Hamas dan Fatah telah membawa Palestina kembali dalam perang saudara. Hingga Kamis kemarin sedikitnya 50 orang tewas dalam bentrokan tersebut. Situasi di Jalur Gaza diperparah oleh serangan pesawat tempur Israel. Seorang warga Palestina tewas dan 45 lainnya luka-luka.

Tindakan Israel itu digambarkan sebagai reaksi militer terbatas atas serangan roket Kassam yang dilancarkan Hamas ke kota Sderot di wilayah Israel yang berbatasan dengan Gaza.

Media Israel memberitakan kelompok Hamas, Jihad Islam, dan Fatah bertanggung jawab atas serangan 13 roket Kassam ke kota Sderot. Namun Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyatakan, serangan-serangan roket ke Israel itu sengaja dilakukan Hamas untuk menyeret Israel dalam bentrokan faksi Palestina.

Juru bicara Perdana Menteri Olmert, Miri Eisen mengatakan, sebetulnya Israel berusaha keras menghindari aksi militer, karena tidak mau dijerumuskan dalam bentrokan antar faksi Palestina. Tetapi akhirnya Miri Eisen menyebut:

"Israel sudah tak bisa menahan diri lagi. Israel akan mengambil segala tindakan pertahanan yang diperlukan untuk melindungi warga kami terhadap roket, terhadap persenjataan, dan terhadap kelompok dukungan Iran, Hamas, yang telah menyerang Israel."

Kendati begitu, Miri Esien menjanjikan, Israel akan membatasi aksi militernya. Wakil menteri pertahanan Efraim Sneh menegaskan pula di stasiun radio militer, Israel hanya akan "mengarahkan serangannya pada sumber peluncuran dan serangan roket Hamas". Sebelumnya, pemimpin oposisi Benjamin Netanyahu dari partai berhaluan kanan Likud mendesak pemerintah mengambil tindakan lebih keras, dengan mengerahkan pasukan angkatan daratnya masuk ke Jalur Gaza sejauh empat sampai lima kilometer.

Salah satu serangan pesawat tempur Israel dilancarkan sekitar pukul 14 waktu setempat, ke arah gedung satuan khusus Hamas. Serangan itu menghancurkan markas besar tersebut dan rumah-rumah di sekitarnya. Kendaraan-kendaraan ambulans hilir mudik ke tempat kejadian.

Seorang warga Palestina tewas dalam serangan udara itu dan puluhan lainnya luka-luka. Para petugas kesehatan dan rumah-rumah sakit di Kota Gaza makin kewalahan karena sebelumnya sudah begitu repot menangani korban bentrokan Hamas dan Fatah yang terjadi sejak awal pekan ini.

Kelompok Hamas menyatakan akan melakukan aksi balasan terhadap serangan udara Israel. Seorang juru bicara Hamas mengungkapkan, kini semua kemungkinan dibiarkan terbuka, termasuk serangan bom bunuh diri baru di Israel. Sejak Februari 2005, kelompok Hamas tidak pernah lagi melakukan serangan bom bunuh diri.

Di lain pihak, Presiden Palestina Mahmud Abbas membatalkan rencana kunjungan ke Jalur Gaza yang dijadualkan Kamis kemarin. Kunjungan itu tadinya dimaksudkan untuk meredakan bentrokan bentrokan Hamas dan Fatah. Juru bicara pemerintah Palestina di Ramallah mengungkapkan, Abbas menunggu sampai situasi mereda. Korban tewas akibat bentrokan Fatah dan Hamas di jalur Gaza sejak akhir pekan lalu telah mencapai angka 50 orang.