Perwira Militer Arab Saudi Akan Mendapat Pelatihan di Jerman | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 01.05.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Perwira Militer Arab Saudi Akan Mendapat Pelatihan di Jerman

Tujuh perwira Saudi akan menerima pelatihan perwira dari militer Jerman Bundeswehr mulai Juli mendatang. Beberapa anggota parlemen mengecam pemerintah karena menutup mata terhadap perang brutal di Yaman.

Jerman akan kembali melanjutkan kerjasama militer dengan Arab Saudi berupa pelatihan militer di Jerman, kata kantor berita Jerman DPA.

Lima tentara Saudi menurut rencana akan memulai kursus pelatihan perwira bulan Juli di Bundeswehr, sementara dua perwira lain akan menerima pelatihan dengan angkatan udara Jerman. Tujuh prajurit Saudi lainnya akan mendapat kursus bahasa Jerman untuk persiapan memulai pelatihan perwira pada tahun 2020.

Pelatihan ini merupakan bagian dari perjanjian kerjasama yang dibuat pada 2016 selama kunjungan resmi Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen ke Riyadh.

Tahun lalu, Jerman menghentikan untuk  sementara ekspor senjata ke Arab Saudidan program pelatihan, menyusul pembunuhan terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsluat Arab Saudi di Turki.

Namun Jerman baru-baru ini mencabut embargo untuk komponen militer tertentu setelah tekanan Perancis dan Inggris.

Saudi-Arabien Verteidigungsminister von der Leyen & bin Salman al-Saud (picture-alliance/dpa/R. Jensen)

Menteri Pertahanan Jerman von der Leyen disambut Raja Salman di Riyadh, Desember 2016

"Memalukan"

Jerman empat tahun lalu juga pernah menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudiekspor senjata ke Arab Saudi, ketika negara itu dan Uni Emirat Arab melibatkan diri dalam perang brutal di Yaman, yang berlangsung hingga saat ini. PBB menyebut perang di Yaman sebagai "bencana kemanusiaan terbesar dunia saat ini."

Karena itu, kalangan oposisi di parlemen menyebut kebijakan pemerintah Jerman untuk melanjutkan kerjasama militer dengan Arab Saudi sebagai "permainan yang memalukan".

Secara keseluruhan, Jerman tahun 2018 mengekspor lebih sedikit senjata ke seluruh dunia dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi ekspor senjata ke Arab Saudi dan Turki meningkat, antara lain karena ada kesepakatan penjualan senjata ke Arab Saudi yang telah ditandatangani tahun sebelumnya.

hp/ts (dpa)

Laporan Pilihan