Pervez Jumpa Musharraf di Ankara | dunia | DW | 30.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pervez Jumpa Musharraf di Ankara

Presiden Pakistan dan Presiden Afghanistan bertemu di Ankara. Pertemuan ini bermaksud untuk menghentikan perdebatan sengit, siapa sebenarnya yang bertanggungjawab atas semakin menggeliatnya kelompok Taliban. Sementara baru-baru ini kelompok militan Islam dituding berada dibalik aksi percobaan pembunuhan terhadap menteri dalam negeri Pakistan, Aftab Ahmad Khan Sherpao.

Awal pekan ini dua pemimpin negara, Presiden Pakistan Pervez Musharraf dan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, bersua di Ankara, Turki. Memuluskan kembali hubungan kedua negara menjadi agenda utama. Selama ini kedua pemerintahan itu berseteru, saling tuduh tentang siapa yang paling bertanggung jawab atas semakin merajalelanya aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Taliban. Musharraf menuding Karzai mencari-cari kesalahan atas kegagalan pemerintahannya dalam menghantam kekuatan Taliban. Di lain pihak, Karzai menuding pemerintahan Pakistan tidak cukup berbuat sesuatu untuk menghentikan para militan dari kawasan suku-suku tertentu yang masuk ke Afganistan. Pertemuan kedua pemimpin negara ini diusulkan oleh negara-negara Islam yang prihatin terhadap memburuknya hubungan kedua negara yang saling bertetangga tersebut. Turki dipilih sebagai lokasi pertemuan karena bersikap netral, meski memiliki kedekatan terhadap dua negara berseteru itu. Selain itu Turki memang sedang berupaya untuk lebih berperan dalam menjaga stabilitas kawasan. Pertemuan terakhir Karzai dan Musharraf berlangsung September tahun lalu, di Washington. Amerika Serikat berperan sebagai mediator dalam pertemuan itu.

Akhir-akhir ini kekerasan yang diduga dilakukan kelompok militan Taliban semakin gencar, tidak hanya di Afghanistan. Diantaranya serangan yang ditujukan bagi pejabat pemerintahan Pakistan, yang gencar memerangi terorisme.

Bom meledak di Kota Charsada, sekitar 20 kilometer dari Peshawar, ibukota provinsi perbatasan Barat Laut Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan, akhir pekan lalu. Ledakan bom itu terjadi di tengah pawai politik. 28 nyawa terenggut dalam ledakan itu. Sementara 50 orang menderita luka-luka. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Aftab Khan Sherpao yang diduga menjadi sasaran, lolos dari maut dengan hanya menderita luka. Diduga serangan dilakukan oleh kelompok militan Taliban. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Aftab Khan Sherpao menuturkan serangan itu tidak akan menghentikan pemerintahan untuk terus bergerak memerangi terorisme.

Sherpao :

“Ini cukup jelas. Dan ini merupakan keputusan saya untuk terus memerangi terorisme. Keputusan saya untuk menyingkirkan terorisme, apa pun bentuknya, akan terus berlanjut.”

Kepolisian Pakistan kini berupaya mengidentifikasi pelaku pemboman tersebut.

Pada tahun ini saja sudah sekitar lima kali terjadi bom bunuh diri di Pakistan, yang memakan puluhan korban jiwa. Serangan bom bunuh diri semakin marak di Pakistan, sejak Presiden Pakistan Pervez Musharraf memutuskan untuk mendukung Amerika Serikat dalam memerangi terorisme. Sementara di Afghanistan, lebih dari 30 ledakan bom bunuh diri yang diduga dilakukan gerilyawan Taliban tahun ini. Akibat serangan-serangan itu setidaknya lebih dari 60 orang tewas termasuk warga sipil menjadi korban.

Iklan