Perundingan Pembentukan Koalisi Pemerintahan Jerman Gagal | dunia | DW | 20.11.2017
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perundingan Pembentukan Koalisi Pemerintahan Jerman Gagal

Perundingan koalisi antara Partai CDU/CSU, Partai Hijau dan Partai Liberal FDP gagal. FDP menyatakan penarikan diri kemarin. Sementara kedua kubu lainnya melontarkan kritik tajam terhadap FDP. Bagaimana jadinya?

Lebih dari sebulan lamanya, setelah pemilu Jerman 24 September lalu, tiga kubu berunding intensif untuk membentuk koalisi yang belum ada sebelumnya, yaitu koalisi Jamaika. Yang terlibat adalah Partai Kristen Demokrat dan Sosialis (CDU/CSU), Partai Hijau dan Partai Liberal (FDP).

Setelah Ketua Partai FDP, Christian Lindner menyatakan penarikan diri partainya dari perundingan koalisi Minggu malam kemarin, koalisi ini jelas tidak akan terbentuk. Sehingga Jerman kini tetap akan dipimpin koalisi CDU/CSU dan Partai Sosial Demokrat (SPD), di bawah Kanselir Angela Merkel. Situasi mungkin akan terus seperti ini sampai tahun depan. Keputusan kini harus diambil Presiden Frank-Walter Steinmeier, antara mengadakan pemilu kembali dua bulan mendatang, atau mengangkat Merkel sebagai kanselir pemerintahan minoritas.

Tidak ada yang mau mengatakan, siapa yang bersalah. Tetapi petinggi Partai CDU/CSU serta Partai Hijau melontarkan kritik terhadap Partai FDP yang menarik diri dari perundingan. Kanselir Angela Merkel dari partai CDU mengatakan, walaupun menghormati keputusan FDP, ia menyesali tidak berhasil menemukan solusi bersama. Dari perkataannya tampak kekecewaan juga kekesalan. Tapi Angela Merkel bukan politisi yang suka menunjukkan frustasinya di depan umum.

"Inilah harinya memikirkan dengan baik, bagaimana Jerman nantinya"

Merkel menyatakan, pihaknya, CDU/CSU sudah mengusahakan segalanya. Dan sebenarnya perundingan sudah mengarah ke tujuan bersama dalam hal politik ekonomi, iklim dan sosial. Salah satu tema yang paling sulit adalah migrasi. Demikian Merkel tanpa memberikan perincian. Ia menambahkan, sekarang harus dipikirkan seksama, apa langkah yang harus diambil bagi negara. Sebagai kanselir ia akan tetap memimpin pemerintahan sebaik mungkin.

Ketua Partai FDP Christian Lindner juga tidak mau menunjuk ke partai manapun. Tetapi ia menyatakan tidak mau mengecewakan orang-orang yang sudah memberikan suara kepada FDP. Jika empat mitra perundingan sekarang saja tidak bisa memutuskan rencana bersama tentang hal-hal yang sudah bisa diperkirakan, bagaimana nantinya dengan hal-hal yang tidak bisa diperkirakan?

Penulis: Marcel Fürstenau (ml/yf)

 

Laporan Pilihan

Iklan