Pertemuan Uni Eropa-Rusia di Luksemburg | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 24.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pertemuan Uni Eropa-Rusia di Luksemburg

Senin (23/04) malam menteri luar negeri Uni Eropa bertemu dengan mitranya menteri luar negeri Rusia di Luksemburg.

Suasana pertemuan menteri luar negeri UE di Luksemburg

Suasana pertemuan menteri luar negeri UE di Luksemburg

Ketua Dewan Eropa dan tamunya dari Rusia datang ke konferensi pers dalam suasana hangat, meskipun meninggalnya mantan Presiden Rusia Boris Jelzin. Saat kamera dan mikrofon mulai dinyalakan Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeier mengungkapkan ucapan bela sungkawanya. Selain itu sengketa saat ini antara Rusia dan Uni Eropa tentang masalah impor daging Polandia tidak boleh terus-menerus mengganggu hubungan antara kedua pihak

“Hubungan antara Eropa dengan Rusia sudah merupakan garis nasib yang berarti, baik bagi kami maupun Rusia. Ini tidak lepas dari jasa Boris Jelzin. Menghadapi tugas ini kami tidak boleh gagal, bagaimanapun sulitnya, juga seperti sekarang di awal pembicaraan tentang perjanjian kerja sama dan kooperasi.”

Polandia memblokir pelaksanaan perundingan karena Rusia menolak impor daging dari Polandia. Alasan Rusia atas pertimbangan kesehatan, tapi yang sebetulnya tekanan politis, seperti disampaikan Polandia dan dari Komisi Eropa. Sampai dilaksanakannya pertemuan puncak antara Uni Eropa dan Rusia pertengahan bulan depan, di Samara Rusia, konflik itu harus dapat diselesaikan. Juga walaupun di Luksemburg belum ada pendekatan, seperti disampaikan petugas urusan luar negeri Uni Eropa Javier Solana

“Kami masih berharap dapat dicapai kesepakatan mengenai dasar-dasar perjanjian dalam pertemuan puncak. Itulah sasaran kami dan saya harapkan, itu juga merupakan sasaran mitra kami Rusia.”

Sergej Lavrov, menteri luar negeri Rusia juga menunjukkan harapannya. Ia merasa gembira dengan kemudahan visa bagi warga Rusia yang ingin berkunjung ke Uni Eropa. Komisaris Luar Negeri Uni Eropa Benita Ferrero-Waldner mengingatkan, dalam masalah energi, perlindungan iklim dan masalah internasional lainnya harus lebih ditingkatkan kerjasama dengan Rusia. Lavrov juga menekankan, posisi Eropa dan Rusia dalam krisis manajemen di Timur Tengah, Irak dan Afghanistan atau di Tanduk Afrika hampir sama. Sedangkan mengenai status Kosovo yang dipersengketakan kedua pihak menghindari adanya pernyataan kongkrit. Menteri luar negeri Jerman Steinmeier mengkritik tindak kekerasan aparat keamanan Rusia terhadap para demonstran di Moskow dan St. Petersburg. Menteri luar negeri Rusia Lavrov membantahnya

“Kebebasan juga berarti orang menghormati undang-undang mengenai peraturan berkumpul.”

Seusasi konferensi pers, Sergej Lavrov dan Steinmeier sama-sama tersenyum. Steinmeier, ketua dewan Eropa sekaligus menteri luar negeri Jerman itu mengatakan, perbedaan pendapat juga terjadi antara mitra yang akrab.

Iklan