Pertemuan Solana dan Larijani | dunia | DW | 27.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pertemuan Solana dan Larijani

Hari Rabu (25/4) di ibukota Turki Ankara berlangsung pertemuan antara diplomat Uni Eropa dan Iran tentang program atom Iran yang dipersengketakan.

Javier Solana

Javier Solana

Pertemuan di bawah mediator Turki memang pada dasarnya tidak disebut sebagai perundingan. Kedua belah pihak lebih ingin saling memberikan pengertian bahwa masing-masing tetap menginginkan dialog dan tidak ingin benang pembicaraan sampai terputus. Petugas urusan luar negeri Uni Eropa Javier Solana mengatakan“Kami telah berupaya menganalisa masalah yang paling diperdebatkan. Terutama kami berusaha lebih memahaminya. Dan ini adalah syarat yang sangat penting untuk mencapai kemajuan, yakni mengerti posisi masing-masing secara lebih baik.”

Mungkin itu juga terletak pada kesediaan Turki menjadi perantara, tapi mungkin juga pada kenyataan bahwa sejak awal pertanyaan tentang kemajuan perundingan secara kongkrit dikesampingkan. Yang pasti kedua juru runding menekankan suasana yang baik di Ankara

Javier Solana:

“Seperti yang sudah dikatakan Doktor Larijani, pertemuan kami dua hari lalu baik. Kami tidak menciptakan keajaiban, tapi kami telah berusaha lebih mendekati satu sama lain. Dan kami harap dalam waktu yang berada di hadapan kami, dapat bekerja ke arah itu.”

Ali Larijani dalam pernyataannya bahkan melangkah lebih jauh. Diplomat Iran itu menyebut pandangan bersama yang dimiliki kedua pihak, meskipun tanpa menyebut intinya secara kongkrit

“Dalam beberapa bidang kami saling mendekati, yang dapat dikatakan suatu pandangan bersama. Dan itu adalah isyarat pendekatan terbaik guna mengadakan kembali perundingan. Sehingga masalah yang diperdebatkan dengan memandang hukum internasional dapat diatur kembali. Kami akan memperhatikan inspeksi badan energi atom di Wina dan perjanjian non-proliferasi nuklir. Ini adalah persyaratan bersama yang baik. Tapi bagi kami masih diperlukan waktu untuk mencapai kemajuan.”

Dalam beberapa tahun terakhir Uni Eropa mencoba menengahi sengketa tentang program atom Iran. Tapi karena Teheran dengan menunjuk pada perjanjian non-proliferasi nuklir tetap melakukan pengayaan uranium, Brussel mendukung upaya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sampai saat ini sudah mengeluaran dua resolusi berupa penjatuhan sanksi terhadap Iran. Petugas urusan luar negeri Uni Eropa Solana dan Juru runding Iran untuk urusan program atomnya Larijani akan kembali bertemu dua pekan mendatang.

Iklan