1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pertemuan Puncak UE-Rusia Di Mafra, Portugal

27 Oktober 2007

Dalam pertemuan ini hendak dicapai perbaikan hubungan yang belakangan ini dapat dikatakan 'dingin'.

https://p.dw.com/p/CIpN
Presiden Putin Dalam KTT UE-Rusia
Presiden Putin Dalam KTT UE-RusiaFoto: AP

KTT ke 20 antara UE dan Rusia tidak dapat dikatakan gagal, karena memang tidak ada yang mengharapkan keberhasilan besar dalam pertemuan di istana bergaya Barock di kota Mafra, Portugal. Semboyan Portugal yang saat ini meminpin UE adalah 'memulihkan kenyamanan dalam hubungan dengan Rusia'. Terutama mengingat, bahwa dalam KTT sebelumnya di Samara, Rusia bulan Mei lalu, kanselir Jerman Angela Merkel yang ketika itu memimpin UE, terlibat silang pendapat sengit secara terbuka dengan Presiden Vladfimir Putin dalam soal HAM. Kini para komentator media-media Portugal menilai "Eropa dan Rusia berupaya senyum kembali". Hanya saja semua masalah fundamental tetap belum terpecahkan. Presiden Putin yang akan berakhir masa jabatannya, setidaknya merasa senang, bahwa suasana pertemuan kali ini dapat dikatakan bersahabat.
Dalam konferensi pers Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barosso mengemukakan: "Saya pikir kita boleh bangga, bahwa landasan hubungan antara UE dan Rusia kini lebih luas. Dari hari ke hari ada kemajuan yang berkaitan dengan kepentingan rakyat kedua pihak. Memang benar, beberapa perbedaan tetap ada, tetapi ada pula keinginan untuk mengatasi perbedaan-perbedaan itu dalam semangat yang positif, konstruktif dan pragmatis."

Portugal menganut pandangan, tidak ada gunanya untuk mencela Rusia secara terbuka, karena hanya akan memperlebar kesenjangan hubungan. Selain itu PM Portugal, José Socrates selaku ketua dewan kepresidenan UE juga memuji kesediaan Rusia untuk mengijinkan kehadiran pengamat dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa OSCE dalam pemilihan parlemen bulan Desember dan pemilihan presiden Rusia bulan Maret mendatang. Socrates juga menepis tuduhan, bahwa tema HAM sengaja dikesampingkan demi menciptakan suasana yang lebih nyaman. Ditegaskannya, ada kemajuan dalam soal HAM, dan ini terbukti dari adanya tawaran Moskow untuk mendirikan Pusat HAM dan Demokrasi.

UE dan Rusia menyepakati sistem peringatan dini bagi penyaluran energi ke Eropa, seperti yang dikatakan Ketua Komisi Eropa José Manuel Barosso: "Dalam soal energi, berbagi informasi itu, meningkatkan saling kepercayaan. Telah disepakati mekanisme peringatan dini bila ada masalah pemasokan sebelum hal tsb berkembang menjadi krisis."

Selain itu Presiden Putin, José Manuel Barosso dan PM Portugal José Socrates menyepakati pula upaya untuk bersama-sama memberantas perdagangan narkotika, dan peningkatan ekspor baja ke Eropa Barat.

Sedangkan dalam dua masalah yang paling dipersengketakan, tidak terdapat pendekatan sama sekali. Yaitu pembukaan pasaran energi timbal balik dan pemboikotan Moskow terhadap produk daging dari Polandia.

Dalam soal politik luar negeri kedua pihak membicarakan pula krisis di Timur Tengah, program atom Iran dan keinginan Provinsi Kosovo untuk memisahkan diri dari Serbia, tanpa menyingkirkan perbedaan pendapat yang dimiliki. Hanya menyangkut rencana AS untuk menempatkan sistem penangkis rudal di Polandia dan Ceko, Presiden Putin membandingkannya dengan krisis Kuba di tahun 60-an, saat memungaknya perang dingin. Sekarang ini Rusia punya perasaan sama dengan AS dulu, ketika Uni Soviet menempatkan rudalnya di Kuba.

Baik UE maupun Rusia menyadari bahwa pertemuan di Mafra ini merupakan KTT dalam masa peralihan, mengingat ini adalah pertemuan terakhir bagi Putin sebagai presiden Rusia