Pertemuan Merkel dengan Bush | Fokus | DW | 04.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pertemuan Merkel dengan Bush

Kanselir Jerman, Angela Merkel berharap peningkatan kerjasama ekonomi dan politik antara Uni Eropa dan Amerika. Pertemuan dengan Presiden AS, George W. Bush berlangsung di sore hari waktu Amerika Serikat. Apa yang disampaikan oleh Merkeli?

Secara tradisional Uni Eropa dan Amerika Serikat menyelenggarakan pertemuan puncak di bulan April. Kunjungan Kanselir Jerman, Angela Merkel kali ini berfungsi sebagai persiapan untuk pertemuan puncak tersebut. Namun dalam pertemuan kali inipun, Merkel mulai membahas langkah-langkah G8 dam kerjasama Uni Eropa dengan Amerika Serikat. Situasi Irak dan Afghanistan, konflik Timur Tengah serta ambisi nuklir Iran merupakan tema yang akan dibicarakan dengan Presiden George W. Bush.

Sejumlah masukan dan rencana sudah disiapkan Kanselir Jerman yang berharap bisa berbagi masukan dengan Amerika Serikat, dalam upaya bersama mencari solusi konflik di Timur Tengah. Merkel menilai, Kuartet Timur Tengah dapat bekerja lebih erat dalam hal ini. Namun, untuk itu diperlukan dukungan Bush. Jurubicara pemerintah Jerman Ulrich Wilhelm menerangkan:

Ulrich Wilhelm:

„Tidak ada gunanya, bila setiap pihak melakukan inisiatif sendiri-sendiri, yang penting kuartet ini menyatukan posisi dan menyampaikan bersama masukan yang ditawarkan. Saat ini, Jerman sebagai Ketua Dewan Uni Eropa dapat berperan.“

Namun sampai sekarang, Amerika Serikat tidak bereaksi kepada usulan Jerman ini. Sementara, Jerman terus melangkah untuk mempertemukan para Menteri Luar Negeri anggota Kuartet ini, yang selain Uni Eropa, termasuk juga Amerika Serikat, Rusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di Gedung Putih, selain tema politik, Merkel juga akan membahas kerjasama ekonomi. Sebelum berangkat, Merkel mengatakan bahwa hubungan Uni Eropa dengan negara adi kuasa itu perlu dipererat supaya terjadi peningkatan arus investasi dan perdagangan. Merkel menerangkan bahwa baik Uni Eropa maupun Amerika Serikat memiliki mekanisme regulasi yang sudah sangat maju dan karena itu pengembangannya di tingkat trans-atlantik bisa saling menguntungkan. Menurut jurubicara Ulrich Wilhelm :

Ulrich Wilhem:

„Banyak sekali biaya dan pemikiran yang dicurahkan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat untuk mengembangkan standar masing-masing, yang ke depan masih harus disesuaikan. Oleh karena itu kami berharap - dan tanggapannya sangat baik dari AS - agar membahasnya secara intensif justru sebelum melangkah lebih lanjut“

Sebelumnya, Merkel menepis kekhawatiran bahwa langkah ini bisa dipandang negatif oleh negara-negara seperti Cina dan Jepang. Menurut Merkel, membuat blok baru untuk menghadapi Asia bukan hal yang masuk akal. Di samping itu, ia juga menekankan, bahwa kerjasama antara Uni Eropa dan Amerika Serikat ini bukan upaya pembatasan perdagangan.