Pertemuan Merkel-Blair-Annan di Berlin | Fokus | DW | 25.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pertemuan Merkel-Blair-Annan di Berlin

Selasa (24/04) kemarin Angela Merkel menerima kunjungan PM Inggris Tony Blair dan Kofi Annan. Mantan Sekretaris Jenderal PBB itu sekarang menjadi ketua Komisi Kemajuan bagi Afrika yang baru dibentuk.

Blair-Merkel-Annan

Blair-Merkel-Annan

Tema pembicaraan ketiga tokoh politik tersebut: Apa yang dapat dilakukan negara-negara industri bagi Afrika? Kanselir Jerman Angela Merkel mengakui sasaran pembangunan negara-negara industri yang dicanangkan bagi Afrika dan meminta agar kewajiban tersebut dilaksanakan. Demikian dikatakan Merkel tadi malam di Berlin setelah bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan mantan Sekretaris jenderal PBB Kofi Annan.

Sebelumnya di ibukota Jerman tersebut Kofi Annan memulai diresmikannya inisiatif baru untuk Afrika dengan nama ‘Africa Progress Panel’ atau Forum Kemajuan bagi Afrika

“Ini adalah sebuah kelompok yang mengandalkan tindakan dan prestasi. Bukan lagi-lagi sebuah kelompok yang merangkum laporan. Apa yang menjadi modal kami adalah pengalaman dan kemampuan mengambil keputusan. Kami ingin menawarkan para pimpinan politik lewat pembicaraan langsung dan kesempatan terbuka untuk memberi desakan baru kepada pemerintah guna mencapai sasarannya.”

Sebagai ketua kelompok G-Delapan, yang terdiri dari 7 negara industri dan Rusia Merkel mengatakan, sekarang saatnya melakukan langkah yang benar untuk melaksanakan bantuan yang disepakati bagi Afrika dan kawasan berkembang lainnya. Kita sekarang tidak boleh mengalami stagnasi. Demikian ditegaskan Merkel. Sementara Perdana Menteri Inggris Tony Blair menekankan, Eropa sendiri, jika tidak turut membantu masalah Afrika bersama dengan negara lainnya, akan menghadapi kesulitan. Misalnya akibat gelombang migrasi besar-besaran. Dalam pertemuan puncaknya di Gleneagles Skotlandia dua tahun lalu kelompok G-Delapan antara lain menyepakati melipat gandakan bantuan bagi Afrika hingga tahun 2010. Menurut Kofi Annan

“Pemerintahan di Afrika memiliki tanggung jawab terbesar, tapi mereka membutuhkan bantuan. Bantuan ini telah dijanjikan, dan kami harap, kami tunggu bahwa janji ini dipenuhi.”

Sementara kanselir Jerman Angela Merkel mengharapkan pertemuan puncak G-Delapan bulan Juni mendatang di Heiligendam dapat membawa rangsangan baru untuk meningkatkan bantuan bagi Afrika. Termasuk perbaikan kondisi persyaratan bagi negara-negara Afrika, antara lain dalam putaran perundingan perdagangan dunia. Merkel juga mengumumkan digelarnya sebuah konferensi di Jerman bulan September mendatang guna membicarakan penanggulangan masalah penyakit Aids dan penyakit menular lainnya.