Pertemuan Menteri Pertahanan NATO | Fokus | DW | 09.02.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pertemuan Menteri Pertahanan NATO

Akan dibahas juga mengenai konflik yang ditimbulkan oleh penerbitan karikatur Nabi Muhammad.

default

Konflik yang ditimbulkan oleh pemuatan karikatur Nabi Muhammad belum juga mereda. Di Afghanistan, aksi protes yang diwarnai dengan kekerasan pun telah memakan korban jiwa. Sementara itu di tempat lain, delegasi dari negara-negara yang tergabung ke dalam Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dilaporkan akan melakukan pertemuan pada hari Jumat (10/2) di Taormina, Italia.

Tema penting yang akan mengisi agenda pertemuan yang rencananya akan digelar selama dua hari tersebut antara lain ialah menyangkut posisi NATO dalam tatanan dunia internasional saat ini. Namun permasalahan aktual mengenai konflik karikatur Nabi yang terus meruyak, memaksa mereka untuk membicarakannya.

Menteri Pertahanan Jerman, Frans-Josef Jung, menegaskan akan membahas secara intensif tema konflik karikatur Nabi Muhammad bersama para delegasi yang lain. Sebanyak 26 menteri pertahanan dijadwalkan akan bertemu dengan perwakilan negara-negara di sekitar laut tengah untuk pertama kalinya. Negara-negara yang dimaksud adalah Israel, Yordania, Aljazair, Maroko Mauritania, Tunisia dan Mesir. Mereka selama ini menjadi mitra terdekat NATO di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi akan membahas dampak yang ditimbulkan oleh aksi protes menentang keberadaan pasukan perdamaian NATO di Afghanistan terhadap kepentingannya di wilayah itu. Belakangan ini, aksi penyerangan yang dilakukan terhadap pasukan perdamaian mulai marak dilakukan. Tentara Inggris bahkan terpaksa memindahkan pusat kekuatan mereka ke wilayah timur Afghanistan guna melindungi pasukan Norwegia. Namun demikian, juru bicara NATO, James Appathurai menjamin, bahwa tidak akan ada perubahan peta kekuatan dalam tubuh pasukan penjaga perdamaian di Afghanistan.

Gelombang kemarahan kaum Muslim di negara tersebut sebagai akibat dari pemuatan karikatur Nabi setidaknya memunculkan sebuah pertanyaan baru, apakah tentara NATO masih dapat melindungi dirinya sendiri?