Pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa | Fokus | DW | 17.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa

Masalah Timur Tengah akan menjadi topik utama pertemuan bulanan para Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussel.

Javier Solana

Javier Solana

Dalam pertemuan bulanan 25 Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussel, tema proses perdamaian Timur Tengah berada dalam agenda rapat. Menurut pandangan para menteri luar negeri tidak ada alternatif lain bagi perdamaian di Timur Tengah. Mekanisme perekonomian ynag baru, dimana Brussel mendukung warga Palestina, tanpa memberikan uang kepada kelompok Hamas, akan menjadi topik yang tidak menarik lagi. Kini yang menjadi pusat perhatian adalah tema kekerasan.

Javier Solana dinantikan informasi dan kesannya yang baru saja kembali dari Beirut. Menteri Luar Negeri Italia Massimo D’Alema akan melaporkan mengenai usaha perantara kepala pemerintahan Romano Prodi. Dalam diskusi yang kemudian akan berlangsung, mungkin akan mengenai pertanyaan apakah aksi militer Israel di Libanon masih dapat diterima atau tidak. Jerman, Inggris, dan Ceko menyarankan untuk tidak mengkritik Israel terlalu tajam. Uni Eropa, dalam posisinya, tidak dapat memihak dalam konflik tersebut.

Padahal beberapa hari sebelumnya, negara anggota Uni Eropa seperti Belgia, Spanyol, dan Swedia, menuntut agar serangan militer Israel dikecam. Namun serangan roket Hisbollah terhadap kota di Israel bagian utara membuat negara-negara Eropa tersebut berpikir ulang. Karena ini kemudian menyangkut roket buatan Iran, timbul kekhawatiran betapa eratnya hubungan antara lokasi kejadian yang amat berbeda ini. Karena program nuklir Teheran pun kembali menjadi tema dalam pertemuan di Brussel hari ini. Pekan mendatang, Javier Solana dikatakan akan bertemu dengan perantara Iran, Laridjani, sebelum Teheran pada pertengahan Agustus menjawab tawaran yang telah mereka dapatkan.