Pertemuan Antara Menlu Jerman dan Turki di Berlin | Fokus | DW | 04.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pertemuan Antara Menlu Jerman dan Turki di Berlin

Agenda pembicaraan antara Frank-Walter Steinmeier dan Abdullah Gül adalah mengenai upaya Turki menengahi sengketa Inggris-Iran menyangkut tahanan marinir Inggris di Iran.

Menlu Jerman Steinmeier dan Menlu Turki Abdullah Gül

Menlu Jerman Steinmeier dan Menlu Turki Abdullah Gül

Dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Jerman Frank- Walter Steinmeier dan Menteri Luar Negeri Turki Abdullah Gül di Berlin, Selasa kemarin, Steinmeier berupaya agar perjumpaan ini memperbaiki hubungan antara Turki dengan Uni Eropa yang sempat mendingin. Pasalnya, Turki tidak diundang menghadiri perayaan 50 tahun lahirnya Uni Eropa yang diselenggarakan di Berlin baru-baru ini. Pada pertemuan itu Steinmeier menggarisbawahi hubungan antara Jerman dan Turki yang erat serta mencakupi berbagai bidang dan yang tercipta tidak hanya karena dua juta warga Turki tinggal di Jerman. Dia menambahkan, Turki tidak lama lagi akan menjadi negara mitra dalam pameran industri terbesar Jerman. Steinmeier juga menyinggung kerjasama lainnya dalam bentuk projek bersama universitas Jerman-Turki di negara itu yang sedang dilaksanakan. Sementara perayaan hari jadi Uni Eropa memang dirayakan hanya untuk negara anggota. Oleh karena itu negara calon anggota tidak diundang. Demikian dikemukakan Steinmeier kepada wartawan Turki yang menanyakan soal itu. Steinmeier: „Saya kira anda mengerti bahwa ini bukanlah penunjukkan sikap penolakan terhadap siapa pun juga,“

Menanggapi perundingan dengan Turki menyangkut keanggotaan di Uni Eropa, Menteri Luar Negeri Jerman mengatakan sedang mulai merembukkan paragraf perusahaan dan industri. Steinmeier meyakini, Turki akan menunjukkan bahwa banyak yang sudah dilakukannya. Paragraf perundingan lainnya diperkirakan akan dibicarakan dalam masa kepresidenan Jerman. Frank-Walter Steinmeier selanjutnya menyampaikan terimakasih kepada Menteri Luar Negeri Turki yang mengupayakan pembebasan anggota marinir Inggris yang ditahan di Iran.

Steinmeier: „Saya gembira karena dalam soal ini Eropa menunjukkan solidaritas bersama. Dan saya terutama gembira karena Turki memainkan peranan pendukung. Saya pikir, atas nama Turki kami semuanya sekali lagi boleh mengimbau pemimpin di Teheran untuk segera membebaskan anggota marinir Inggris tersebut.“

Sementara Menteri Luar Negeri Turki Abdullah Gül menegaskan, Iran adalah tetangganya sedangkan Inggris merupakan sekutu Turki. Abdullah Gül mengungkapkan harapannya: „Kami harap, problem ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut. Perkembangan positif terlihat pada hari-hari terakhir ini. Hanya ini yang sekarang dapat saya katakan.“

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier juga memuji kerjasama dengan Turki dalam penyelesaian masalah internasional lainnya, misalnya konflik di Timur Tengah dan mengenai sengketa program atom Iran. Menteri luar negeri kedua negara itu mengadakan pembicaraan di Berlin selama beberapa jam.