Pertarungan Kekuasaan di Ukraina | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 06.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pertarungan Kekuasaan di Ukraina

Krisis politik dan pertarungan kekuasaan di Ukraina terus meruncing. Parlemen Rusia mengecam dekrit Presiden Ukraina Viktor Yushchenko untuk membubarkan parlemen

Presiden Jusenko (kanan) bersama Perdana Menteri Janukowitsch

Presiden Jusenko (kanan) bersama Perdana Menteri Janukowitsch

Pertarungan kekuasaan di Ukraina terus berlanjut. Perdana Menteri Viktor Yanukovich yang pro Rusia menyatakan meminta bantuan dari negara lain untuk memecahkan krisis yang dihadapi. Disamping meminta bantuan negara netral, ia juga mengharapkan bantuan dan pakar hukum di Eropa. Demikian diungkapkannya kepada para wartawan di Kiew. Ditambahkannya, permintaan bantuan itu untuk mencegah meluasnya konflik antar warga, bila Presiden Viktor Jusenko menerapkan dekritnya membubarkan parlemen.

Sebelumnya dalam sebuah sidang khusus Dewan Keamanan Nasional menuntut Presiden Viktor Yushchenko yang pro barat agar tidak menghasut rakyat Ukraina. Sementara itu dengan jelas ia menyatakan tidak merencanakan melengserkan Presiden Yushchenko. Melainkan berusaha untuk mencegah semakin memburuknya situasi.

Mahkamah Kostitusi harus memutuskan, apakah dekrit Presiden Yushchenko untuk membubarkan parlemen sesuai dengan hukum. Perdana Menteri Viktor Yanukovich menyerukan agar Presiden Yushchenko bersedia melakukan pembicaraan. Diperlukan adanya kompromi, dimana kedua belah pihak memberikan konsesi. Berkaitan dengan ini, Presiden Yushchenko harus mencabut dekritnya untuk membubarkan parlemen.

Dekrit Presiden Viktor Yushchenko untuk membubarkan parlemen, dikecam oleh parlemen Rusia Duma, sebagai mencederai konstitusi. Dalam pernyataan sikap yang didukung mayoritas anggota parlamen diserukan agar pemerintahan negara barat serta organisasi keamanan dan kerjasama Eropa OSCE menyampaikan sikap solidaritas terhadap anggota parlemen Ukraina, dan dengan jelas menyampaikan sikap menentang pembuburan parlamen. Andrej Kokoschin, anggota parlamen Rusia mengatakan:

„Dekrit yang disampaikan Presiden Ukraina tidak hanya menyulut terjadinya destabilisasi, melainkan juga krisis politik. Dekritnya melanggar undang-undang. Dalam dekritnya tidak disinggung fasal dari konsitusi yang tidak membenarkan Presiden membubarkan parlemen“

Sementara itu Presiden Viktor Yushchenko menandaskan keputusannya menyelenggarakan pemilihan umum baru. Dikatakannya, ia tidak akan mundur dan menarik dekrit yang dikeluarkannya untuk membubarkan parlemen. Sebagai seorang Presiden ia menjamin pemilihan umum yang jujur dan demokratis. Kepala Dinas Rahasia Ukraina Valentin Naliwajtschenko mendukung Presiden Yushchenko, dan mengatakan, pemilihan umum baru merupakan kepentingan nasional Ukraina.

Dibeberapa wilayah telah dilakukan persiapan untuk menyelenggarakan pemilihan umum tanggal 27 Mei mendatang. Ditengah semakin meningkatnya pertarungan kekuatan, pengikut Perdana Menteri Viktor Yanukovich melanjutkan aksi protes di Kiew menuntut pengunduran diri Presiden Jusenko. Sementara Presiden Yushchenko tetap mempertahankan keputusannya.

Iklan