Perlambat Sebaran Corona, Jerman Mulai Tutup Sekolah | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 13.03.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Perlambat Sebaran Corona, Jerman Mulai Tutup Sekolah

Meski belum berlaku di seluruh Jerman, satu per satu negara bagian mulai berlakukan kebijakan penutupan sekolah dan taman kanak-kanak mulai Senin (16/03) hingga pertengahan April.

Sejumlah negara bagian di Jerman mulai memberlakukan penutupan sekolah-sekolah dan taman kanak-kanak guna memperlambat penyebaran wabah COVID-19. Hingga berita ini diturunkan telah ada delapan negara bagian di Jerman yang memutuskan untuk menutup sekolah mereka.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengimbau penduduk Jerman untuk mengurangi kontak sosial yang tidak perlu untuk memperlambat penyebaran wabah. Di seluruh Jerman, tiap anak wajib mendatangi sekolah-sekolah. Namun Merkel membebaskan kebijakan penutupan sekolah kepada tiap-tiap negara bagian, sesuai apa yang mereka anggap perlu.

Pengumuman terbaru terkait penutupan sekolah di Jerman datang dari negara bagian Nordrhein-Westfalen, NRW. Menurut kantor berita Jerman, dpa, NRW akan menutup semua sekolah dalam minggu mendatang hingga liburan Paskah. Kabinet baru saja memutuskan hal ini namun belum dipastikan kapan persisnya tanggal penutupan tersebut. Harian Jerman, Rheinische Post, mengatakan bahwa sekolah-sekolah harus ditutup paling lambat pada hari Rabu (18/03).

Kurangi penggunaan angkutan umum

Langkah menutup sekolah mulai minggu depan pertama kali diterapkan oleh negara bagian Saarland yang terletak di bagian barat Jerman. Langkah serupa kemudian diambil oleh Berlin, Bremen dan negara bagian Niedersachsen. Stasiun televisi n-tv mengutip Walikota Berlin Michael Müller, mengatakan bahwa penggunaan angkutan umum juga harus dikurangi seminimal mungkin.

Sedangkan dari wilayah selatan Jerman yaitu di negara bagian Bayern, sekolah dan taman kanak-kanak juga ditutup mulai Senin hingga berakhirnya liburan Paskah pada tanggal 19 April 2020. Perdana Menteri negara bagian Bayern, Markus Söder, mengatakan bahwa kunjungan ke panti lanjut usia akan dilarang.

Di negara bagian Schleswig-Holstein yang terletak di wilayah utara Jerman, sekolah dan pusat penitipan anak juga ditutup mulai hari Senin (16/03) hingga 19 April mendatang. Hal ini dikomunikasikan oleh Departemen Pendidikan dan Departemen Kesehatan di kota Kiel. Schleswig-Holstein menjadi negara bagian keenam di Jerman yang mengambil langkah ini.

Tidak semua menutup sekolah

Di Jerman terdapat 16 negara bagian yang masing-masing dalam hal tertentu dapat menentukan kebijakan sendiri. Meski telah banyak negara bagian yang menutup seluruh sekolah dan penitipan anak, sejumlah negara bagian ain tidak menerapkan kebijakan yang sama.

Di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern, sekolah hanya ditutup di area tertentu yaitu di Rostock dan di distrik Ludwigslust-Parchim mulai Senin, ujar Perdana Menteri Manuela Schwesig dari partai SPD pada Jumat (13/03).

Hingga Jumat pagi, sebagian besar sekolah-sekolah di sejumlah wilayah di negara bagian Baden-Württemberg dan Nordrhein-Westfalen masih tetap dibuka. Namun Baden Württemberg juga akan menutup sekolah-sekolah mulai minggu depan. Sementara sejumlah kegiatan ke luar sekolah seperti kunjungan-kunjungan telah sangat dibatasi atau bahkan dibatalkan di negara bagian Baden-Württemberg. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari negara-negara bagian lain apakah mereka akan mengambil langkah ini atau tidak.

ae/yf (welt.de, faz.net)

Laporan Pilihan