Perkuat Kerja Sama Pendidikan Vokasi Indonesia-Jerman, Mendikbud RI Kunjungi Frankfurt | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 05.09.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

PENDIDIKAN

Perkuat Kerja Sama Pendidikan Vokasi Indonesia-Jerman, Mendikbud RI Kunjungi Frankfurt

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengunjungi Frankfurt, Jerman, untuk memperkuat kerja sama pendidikan kejuruan atau vokasi di kedua negara.

Pendidikan kejuruan yang berkualitas penting untuk memastikan dunia industri dan dunia usaha mendapatkan tenaga kerja terampil sesuai dengan bidang industri yang mereka butuhkan. 

Effendi yang didampingi Konsul Jenderal RI Frankfurt, Toferry P. Soetikno, mengunjungi sekolah vokasi Berufliche Schule Groß-Gerau (BSGG) di kota Groß-Gerau yang berjarak 30 km dari Frankfurt. Kunjungan ini untuk menjajaki kerja sama pengembangan sekolah vokasi dengan program yang lebih selaras antara kurikulum dan standar Indonesia dengan Jerman.

Di sekolah milik pemerintah Jerman ini terdapat program internasional yang telah memberikan pelatihan kepada beberapa negara seperti Cina dan Vietnam. BSGG juga memberi pelatihan kepada pengungsi yang ditampung pemerintah Jerman.

Kepala sekolah BSGG Martin Gonnerman beserta direktur akademis Wolfgang Siegel, menyambut positif rencana kerja sama yang diantaranya termasuk pengiriman tenaga pengajar dan pelajar Indonesia ke sekolah vokasi di Jerman dan sebaliknya.

Dalam wawancara dengan DW Indonesia, Rabu (4/9), menteri pendidikan mengatakan saat ini implementasi pendidikan vokasi di Indonesia dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Lebih lanjut Effendi mencontohkan bidang pendidikan yang saat ini tersedia diantaranya yaitu mekatronika, ototronik, bisnis daring dan animasi. 

"Ada juga guru yang berasal dari dunia usaha dan industri. Pelaksanaan ujian akhir juga dilakukan bersama dengan pihak industri sehingga sertifikatnya bisa langsung diakui," kata Effendi kepada DW. 

Masih banyak tantangan

Muhadjir mengakui kalau sarana dan prasarana penunjang pendidikan vokasi di Indonesia memang masih kurang. "Perlu revitalisasi baik jumlah alat maupun kemutakhiran jenis alatnya," kata Muhadjir.

Masalah lain yang juga harus diperhatikan adalah kenaikan jumlah siswa SMK setiap tahunnya yaitu sebesar 190 ribu orang. Dengan kenaikan ini, sekolah butuh tambahan ruang praktek, ruang kelas, dan alat praktek.

Mengingat mahalnya biaya pendidikan vokasional yang benar-benar bisa mengikuti standar tinggi industri, Effendi mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK perlu ada ekrjasama praktikum dengan industri.

"Ada proses praktek di industri dengan waktu yangg lebih lama, terutama untuk peralatan yang sulit disediakan oleh sekolah, dan hanya mungkin berada di industri. Lama praktek yang biasanya hanya tiga bulan, sekarang boleh dilakukan enam bulan atau lebih," ujarnya.

Efffendi juga menambahkan bila peralatan di sekolah kurang maka pendidikan bisa lebih difokuskan pada pembekalan pengetahuan dasar atau kejuruan dan sikap di dalam pekerja.

Karena itu, Menteri Effendi mengatakan lebih lanjut jika pihaknya mendorong dunia usaha dan industri untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan vokasi dan berencana mengurangi beban pajak bagi industri yang terlibat.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Indonesia Joko Widodo dalam pertemuan tahun 2016 menandatangani kesepakatan tentang kerja sama bilateral di bidang pendidikan vokasi di Indonesia.

Selain mempererat kerja sama pendidikan vokasi, dalam kunjungan selama tiga hari itu Mendikbud Effendi juga mengunjungi tempat yang direncanakan akan menjadi Pusat Informasi Budaya Indonesia di Frankfurt. 

Pusat Informasi Budaya Indonesia rencananya akan dikembangkan di kota Gelnhausen, dengan jarak 40 km dari Frankfurt, untuk melihat koleksi Museum Dr. Werner Weiglein yang berisi karya seni dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Bali, Jawa, dan mayoritas dari Papua. 

Pengembangan Pusat Informasi Budaya Indonesia ini diharapkan dapat menjadi jendela untuk mengenal budaya Indonesia bagi warga Jerman dan Eropa. Selain Museum, tempat ini juga memiliki Hotel Palais dan Kaffehaus Indonesia bernuansa budaya Jawa.

Tonton video 01:48

Kepala Bappenas: Indonesia Akan Tiru Pendidikan Vokasi Jerman

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait