Perkembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 20.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perkembangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Setelah terjadinya bencana tsunami tanggal 26 Desember dua tahun lalu, pemerintah Jerman menyanggupi dana bantuan sebesar 500 juta Euro. Terutama bagi Indonesia dan Sri Lanka.

default

Lebih jauh Kementerian Pendidikan dan Penelitian Jerman mendanai 46 juta Euro untuk pembangunan sistem peringatan dini tsunami, yang dikembangkan oleh Pusat penelitian Jerman Perhimpunan Helmholtz.

Thomas Rachel: “Bersama mitra di Indonesia kami menetapkan sasaran menyelesaikan sebuah sistem yang siap dioperasikan hingga akhir November 2008.“

Demikian dikatakan Thomas Rachel dari kementerian penelitian Jerman Rabu kemarin di Berlin. Secara teknis sistim peringatan dini tersebut terdiri dari mekanisme yang sangat rumit dari instrumen pengukuran di darat dan di lautan. Delapan seismograf ini sudah diinstalasi para pakar dari Jerman dan Indonesia, dan telah dihubungkan dalam sebuah jaringan di stasiun yang sudah ada di Thailand, Malaysia, Jepang dan Australia

Prof. Emmermann: „Saat ini kami telah selesai memasang sebuah seismometer yang berfungsi dalam suatu sistim yang terdiri dari 60 stasiun di Indonesia, dan sekarang sudah memiliki kemampuan mengetahui pusat dan kekuatan gempa dalam waktu paling lambat lima menit, apakah gempa itu terjadi di daratan atau di lautan.“

Demikian dijelaskan Rolf Emmermann, profesor di Pusat penelitian geofisika di Postdam GFZ sekaligus penanggung jawab untuk seluruh proyek itu. Apakah sebuah gempa yang terjadi di laut dapat memicu tsunami, tergantung antara lain dari sedalam apa lautannya dan seberapa kedalaman pusat gempanya. Data akurat tentang hal itu akan dipasok pelampung pengukuran di lautan. Tapi sejauh ini transfer data itu belum berfungsi. Selama ini memang dalam waktu menengah dapat diketahui peringatan terdini gempa bumi yang akan datang. Akan tetapi tidak lebih dari itu

Prof. Emmermann: „Kami memiliki ambisi dan saat ini kami tidak punya alasan bahwa sistim itu tidak akan berfungsi. Secara keseluruhan program yang ambisius ini akan terealisasi.“

Jika semua berjalan sesuai rencana, informasi ini dapat disebar dengan cepat ke seluruh kawasan. Kemungkinan besar lewat radio. Sebuah perusahaan di Flensburg sudah mengembangkan sebuah alat, yang dapat menyiarkan tanda bahaya pada seluruh frekwensi.
Iklan