Perjanjian Open Skies Uni Eropa-AS | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 23.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perjanjian Open Skies Uni Eropa-AS

Setelah berunding empat tahun, Uni Eropa dan Amerika Serikat akhirnya sepakat membuka ruang udara mulai Maret 2008.

Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa

Maskapai penerbangan Jerman Lufthansa

Tidak lama lagi, ruang udara antara Amerika Serikat dan Uni Eropa akan menjadi ruang tanpa batas. Demikian harapan yang diucapkan dengan antusias oleh Komisaris Perhubungan Uni Eropa, Jacques Barrot.

“Saya gembira bisa mengemudikan kesepatan ini sehingga mencapai tujuan dengan semua penumpangnya. Ini perjanjian yang baik. Baik untuk para penumpang dan baik untuk maskapai penerbangan. Ini bermanfaat untuk Eropa, untuk Amerika Serikat dan untuk perekonomian.“

Komisi Eropa memperkirakan, dengan perjanjian baru ini, jumlah penumpang pesawat terbang di jalur trans-atlantik akan naik 30 persen. Sedangkan harga tiket diperkirakan akan turun karena ramainya persaingan. Sebelumnya, maskapai penerbangan dari Eropa punya keterbatasan melayani rute di Amerika Serikat, dan sebaliknya maskapai Amerika Serikat tidak bisa begitu saja melayani rute domestik di Uni Eropa. Sekarang, hambatan ini tidak ada lagi.

Menteri Perhubungan Jerman Wolfgang Tiefensee menerangkan: "Maskapai Eropa nantinya bisa terbang ke setiap tujuan di Amerika Serikat dari setiap bandar udara di Eropa. Jadi mereka sekarang boleh menawarkan jasa penerbangan tidak hanya di negara-negara anggota Uni Eropa melainkan juga di Amerika Serikat. Di Eropa malah termasuk negara-negara Balkan, Norwegia dan Eslandia.“

Perjanjian udara yang juga disebut kesepakatan Open Skies, artinya Angkasa Terbuka, akan mulai berlaku bulan Maret 2008. Rencananya perjanjian itu akan diberlakukan enam bulan lebih cepat, tapi Inggris meminta waktu penyesuaian yang lebih lama untuk bandar udara Heathrow di London. Sampai sekarang untuk bandar Heathrow ada 4 maskapai penerbangan yang menguasai 40 persen pasar penerbangan ke Amerika Serikat, yaitu British Airways, Virgin Atlantic, American Aitlines dan United Airlines. Dengan perjanjian Open Skies, persaingan akan makin ketat. Perundingan untuk perjanjian udara antara Eropa dan Amerika Serikat sudah berlangsung 4 tahun lebih.

Namun Jerman masih belum terlalu puas dengan kesepakatan yang ada sekarang. Karena Amerika Serikat masih tetap membatasi peluang investor Eropa membeli maskapai penerbangan Amerika Serikat. Menteri Perhubungan Jerman Wolfgang Tiefensee: "Tentu saja kita ingin agar sejak tahap pertama ini, pasar Amerika Serikat dibuka lebih luas. Tapi kita tetap masih punya peluang di perundingan tahap kedua.“

Pada putaran perundingan kedua, Eropa menuntut agar diijinkan membeli saham perusahaan penerbangan Amerika Serikat. Jika tidak, maskapai penerbangan Amerika Serikat akan kehilangan beberapa hak di Eropa. Menteri Perhubungan Jerman Wolfgang Tiefensee menandaskan, tujuannya adalah liberalisasi pasar penerbangan trans-atlantik.

Di sektor industri pesawat, hubungan Eropa dan Amerika Serikat belum harmonis. Uni Eropa menuduh pemerintah Amerika Serikat sejak 1990 memberi subsidi sekitar 24 miliar Dollar kepada perusahaan Boeing. Di lain pihak, Amerika Serikat menuduh negara-negara Eropa memberi subsidi sekitar 15 miliar Euro kepada perusahaan Airbus. Kedua pihak sudah mengajukan gugatan mengenai hal itu kepada organisasi perdagangan dunia, WTO. Keputusannya diharapkan keluar Februari tahun depan.

Iklan