Peringati Galungan, Masyarakat Bali di Berlin Bersembahyang di Pura Tri Hita Karana Berlin | NRS-Import | DW | 25.07.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Budaya

Peringati Galungan, Masyarakat Bali di Berlin Bersembahyang di Pura Tri Hita Karana Berlin

Sebuah Pura di Taman Bali di ibu kota Jerman menjadi tempat bagi masyarakat Bali untuk melaksanakan ritual hari Raya Galungan. Pengunjung taman pun bisa melihat kegiatan itu secara langsung.

Ritual Hari Raya Galungan juga dirayakan masyarakat Bali di luar negeri. Di Jerman, masyarakat Bali yang tinggal di Berlin melakukan ritual persembahyangan, lengkap dengan baju adat dan kain kamen.

Berbeda dari yang lain, upacara Galungan di Berlin diselenggarakan di Pura Tri Hita Karana yang terletak di dalam salah satu taman terbesar di Ibu Kota Jerman, Gärten der Welt. Lokasinya tepat di sebelah kiri dari pintu masuk utara Taman ini. Layaknya taman yang terbuka untuk umum, saat ritual dilaksanakan banyak para pengunjung taman yang juga ikut menyaksikan.

Berlin | Galungan

Taman Bali di Berlin, Jerman

Di pura ini suasananya tidak lagi seperti di Jerman, melainkan persis seperti di Bali. Pasalnya, Pura yang berada di dalam Balinesischer Gärten (Taman Bali) ini didesain oleh pengelola Gärten der Welt dengan atmosfer yang sama dengan di Bali. Mulai dari suhunya, kelembaban udaranya sampai pada bangunan dan tanaman-tanaman yang ada di sekitarnya. Taman Bali ini dibangun di dalam rumah kaca sehingga suhu dan kelembaban udara mendekati keadaan sebenarnya. Taman Bali ini juga disebut sebagai Taman Tropis.

"Di tiang-tiang bangunan rumah kaca ini ada semacam pipa untuk sirkulasi air panas dan dingin yang kemudian menghasilkan uap air. Dengan begitu suhu dan kelembaban udaranya bisa terjaga sepanjang tahun, meskipun di musim-musim yang berbeda", jelas Beate Reuber, Konsultan Senior sekaligus Ambassador Gärten der Welt saat menerima Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno pada 24 Juli 2019.

Bali merupakan satu dari sekitar 15 tema taman kota yang dinamakan Taman Dunia ini. Di bagian depan, Taman Bali juga dilengkapi sebuah kafe dengan ornamen khas Bali.

Meskipun jumlah masyarakat Bali di Berlin relatif sedikit, namun kegiatan-kegiatan yang dilakukan cukup banyak dan beragam. Mereka tergabung dalam Kelompok Nyama Braya Bali. Di Pura Tri Hita Karana ini mereka melakukan ibadah rutin dan perayaaan hari besar keagamaan umat Hindu. 

"Kami bersyukur punya tempat ibadah yang tetap di Berlin. Tempatnya pun bagus karena memang jadi obyek wisata yang cukup banyak dikunjungi. Jadi tempatnya terawat dan bersih karena dikelola oleh pihak Taman. Untuk kami anggota Kelompok Bali, dari pihak Gärten der Welt sudah diberikan akses gratis. Karena memang standarnya masuk taman ini harus bayar. Komunikasi kami dengan pihak pengelola, khususnya dengan Ibu Reuber, juga baik selama ini", kata Ngurah Darma Kesuma, Ketua Nyama Braya.

Reuber juga menyampaikan banyak informasi tentang Taman Bali serta kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan selama ini. Taman ini dibawah supervisi Pemerintah Kota Berlin, dan dalam pembangunan Pura ini juga pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta dalam kerangka Sister City Berlin-Jakarta.

"Terima kasih sekali buat Gärten der Welt atas fasilitasi dan kerja samanya. Kedepan kita perlu rancang event-event yang bisa kita selenggarakan di tempat ini. Selain suasananya enak, kita juga sekaligus bisa promosi Indonesia ke publik Jerman", kata Dubes Oegroseno.

Usai upacara persembahyangan Galungan, Dubes Oegroseno sempat berbincang-bincang dan berfoto bersama dengan masyarakat Bali yang hadir. Walaupun jumlah tidak banyak, namun suasana akrab dan bersahabat sangat terasa. "Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kesejahteraan dan keselamatan untuk kita semua", tutup Dubes Oegroseno. vv/hp (KBRI Berlin)

Laporan Pilihan