Peringatan Lima Tahun Serangan 11 September | Fokus | DW | 11.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Peringatan Lima Tahun Serangan 11 September

Upacara peringatan akan dilakukan di ketiga tempat serangan teror, New York, Washington dan Pennsylvania. Pada malam harinya, Presiden AS Bush akan berpidato di televisi.

Karangan bunga bagi korban 11 September

Karangan bunga bagi korban 11 September

Peringatan mengenang para korban serangan 11 September 2001 di New York telah dimulai sejak hari Minggu (20/09) malam. Presiden AS George W. Bush, disertai Ibu Negara Laura, meletakkan karangan bunga dengan warna nasional AS, merah, putih dan biru, di Ground Zero, tempat di mana salah satu dari menara kembar World Trade Centre berdiri sebelum serangan teror yang menewaskan sekitar 3000 jiwa.

Hari Senin (11/09) ini pukul 08.46 waktu setempat, akan dilaksanakan pengheningan cipta. Tepat pada waktu ini lima tahun lalu, sebuah pesawat menabrakan diri ke gedung World Trade Centre, yang merupakan awal serangan terberat yang pernah terjadi di Amerika Serikat. Pengheningan cipta juga akan dilaksanakan untuk mengenang serangan terhadap menara kedua World Trade Centre dan robohnya kedua menara tersebut.

Selain New York, Bush juga akan mengunjungi dua kota korban serangan lainnya, Pennsylvania dan Washington D.C. Pesawat ketiga pada tanggal 11 September 2001, menyerang Kementrian Pertahanan AS di Washington. Sedangkan pesawat keempat, yang diperkirakan akan menyerang Kongres AS, jatuh di sebuah ladang dekat kota Shanksville, Pennsylvania. Pesawat ini tidak berhasil terbang menuju sasaran dikarenakan perlawanan yang dilakukan oleh para penumpangnya.

Bush akan menutup peringatan lima tahun 11 September dengan membacakan pidatonya di televisi pada hari Senin (11/09) malam ini. Dalam pidatonya ini Bush kembali akan menekankan usahanya untuk memenangkan perang melawan teror. Demikian dikatakan seorang juru bicaranya, Tony Snow.

Tindakan AS menyusul serangan 11 September ini banyak mendatangkan kritik. Kanselir Jerman Angela Merkel secara jelas mengkritik penjara rahasia AS untuk tersangka teror. Akhir minggu lalu, Merkel mengatakan, bahwa penjara tersebut tidak mencerminkan tindakan sebuah negara hukum.

Sementara Duta Besar AS untuk Jerman, William R. Timken, mengkritik negara-negara Eropa, yang menurutnya meremehkan bahaya teror. Timken mengimbau agar ancaman teror ditanggapi dengan serius.