Perdebatan Penugasan Militer Jerman di Afghanistan | dunia | DW | 21.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perdebatan Penugasan Militer Jerman di Afghanistan

Empat hari setelah serangan bunuh diri terhadap tentara Jerman di Kundus - Afghanistan Utara, perdebatan mengenai pengiriman tentara ke wilayah tersebut kembali memanas.

Menteri Pertahanan Jerman Franz Josef Jung menutup kemungkinan penarikan mundur pasukan Jerman dari Afghanistan. Menurut Jung, selain untuk keamanan, tentara Jerman juga masih dibutuhkan disana untuk melatih tentara dan kepolisian Afghanistan. Peristiwa Sabtu lalu sebaiknya tidak dijadikan patokan atas gambaran keseluruhan misi tentara Jerman di Afghanistan, demikian tambah Jung.

„Setelah terjadi serangan kami kembali berpatroli di Kundus. Patroli tersebut berjalan dengan mulus. Pembunuhan tentara seperti yang telah terjadi tidak boleh menghentikan tujuan awal kita untuk menstabilisasi Afganistan dan mencapai perkembangan yang damai.“

Jung mengatakan, ia memperkirakan bahwa penugasan terhadap tentara Jerman di Afghanistan akan diperpanjang. Namun, kepastiannya masih harus diputuskan oleh parlemen Jerman bulan Oktober mendatang. Optimisme Jung tidak diikuti oleh pihak-pihak yang tidak sepaham dengannya. Bernhard Gertz, ketua perhimpunan militer Jerman misalnya mengatakan, bahwa jika tidak ada perubahan yang radikal dalam strategi keseluruhan maka militer Jerman beresiko mengalami kegagalan total di Afghanistan. Pedapat yang senada juga dikemukakan oleh Christoph Hörstel, penasihat politik dan pakar tentang Afganistan.

„Jelas sekali, bahwa Jerman tidak akan berhasil. Sebesar apa pun dan sehebat apa pun usaha mereka. Jujur saja, reaksi dari para politisi Jerman yang kini mempertanyakan kelanjutan masalah ini juga buruk sekali.“

Sementara itu, para tentara Jerman yang berada di Afghanistan menyatakan ingin meneruskan misi pembangunan kembali negara tersebut. Juru bicara militer Jerman di Kundus, Letnan Kolonel Günter Schellmann mengatakan, jika tidak ingin gagal, maka tugas kami harus tetap dijalankan di Afghanistan. Hari Minggu lalu, empat orang tentara yang terluka diterbangkan ke kota Koblenz di Jerman. Dua orang diantara mereka telah keluar dari rumah sakit Senin kemarin. Seorang tentara yang juga terluka, memilih untuk tidak dipindahkan dan masih berada di Afghanistan. Rabu esok, penghormatan terakhir dalam bentuk upacara peringatan akan dilakukan bagi tiga tentara Jerman yang terbunuh dalam serangan bom bunuh diri tersebut di kota Köln.

Iklan