Perangi Hoaks, Keminfo Pastikan Pembatasan Pesan Terusan di WhatsApp | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 22.01.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

melawan hoaks

Perangi Hoaks, Keminfo Pastikan Pembatasan Pesan Terusan di WhatsApp

Dalam upaya memerangi hoaks terutama jelang pilpres, Kementerian Komunikasi dan Informatika memastikan pembatasan layanan meneruskan (forward) pesan dibatasi menjadi lima, dari sebelumnya 20 kali, dan berlaku hari ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan keseriusan pemerintah untuk membatasi penyebaran hoaks melalui media sosial, termasuk melalui platform aplikasi pesan instan.

Penyebaran hoaks melalui aplikasi pesan instan WhatsApp berusaha diminimalisasi melalui fitur pembatasan pesan terusan. Kepastian pembatasan untuk forward pesan ini dicapai setelah diskusi dan pertemuan Keminfo dengan penyedia platform aplikasi WhatssApp sejak September 2017. 

"Mulai besok, tanggal 21 Januari siang waktu Los Angeles atau 22 Januari Waktu Indonesia Barat, WhatsApp akan membatasi forward hanya maksimal lima," ungkap Rudiantara Senin (21/01) sore usai pertemuan dengan VP Public Policy & Communications WhatsApp, Victoria Grand di Kantor Kementerian Kominfo.

Terutama menjelang pilpres, pembatasan pesan terusan ditujukan untuk mencegah agar konten negatif terutama hoaks tidak menjadi viral. "Saya sendiri, sejak September tahun lalu sudah bicara dengan WhatsApp. Juga dengan pemimpin dari lima negara di dunia. Jadi bukan hanya Indonesia, kita membahas bagaimana melakukan pembatasan penyebaran chat ke pengguna lain (limitation number of WhatsApp message share)," jelas Rudiantara.

Meskipun demikian, Rudiantara mengakui fitur ini tidak bisa menjamin 100 persen hoaks tidak akan tersebar. "Tugas kita adalah mitigasi risiko. Bagaimana menekan penyebaran, membuat angkanya serendah mungkin," jelasnya.

Berlaku di seluruh dunia

Aplikasi pesan instan WhatsApp yang muncul pada 2009 itu sebelumnya tidak membatasi jumlah pesan yang dapat diteruskan ke pengguna lain. Setelah tragedi kekerasan yang bermula dari pesan berantai di India, anak perusahaan Facebook ini memberi label "forwarded" pada pesan yang diteruskan dan pada pertengahan 2018 membatasi setiap pesan hanya dapat diteruskan 20 kali.

Baca juga: Geruduk WhatsApp, Indonesia Kecanduan Sensor?

WhatsApp mengumumkan Senin (21/01) jumlah forward diturunkan menjadi lima. Ini berlaku untuk Indonesia dan global. Sebelumnya hanya India yang dibatasi lima kali dalam meneruskan pesanan.

VP Public Policy & Communications WhatsApp, Victoria Grand menyatakan aplikasi WhatsApp disediakan untuk melayani penggunaan one to one.  "Berdasar riset dan diskusi dengan beberapa pemimpin dunia, kami menemukan angka pembatasan lima itu yang paling ideal untuk menghindari penyebaran hoaks," ungkapnya. Grand menyatakan mereka akan memantau apa yang akan terjadi setelah penerapan pembatasan penerusan pesan menjadi hanya lima kali.

na/hp (kominfo, antaranews)

Audio dan Video Terkait