Perancang iMac dan iPhone Tinggalkan Apple Untuk Mulai Bisnis Sendiri | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 28.06.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Apple Inc.

Perancang iMac dan iPhone Tinggalkan Apple Untuk Mulai Bisnis Sendiri

Jony Ive tahun 1990-an membantu membawa Apple selamat dari keterpurukan. Dia orang yang dekat dengan tokoh legendaris Steve Jobs dan perancang berbagai proyek utama, terutama iPhone.

Chief Designer Apple Jony Ive adalah perancang utama produk-produk unggulan Apple, seperti iPhone, iMac dan iPad. Hari Kamis (27/6) dia mengumumkan akan meninggalkan perusahaan itu pada akhir tahun ini.

Apple dalam rilisnya menyebutkan, Jony Ive ingin membentuk perusahaannya sendiri setelah hampir tiga dekade bekerja di Apple.

Jony Ive, yang punya nama lengkap Jonathan Ive, memainkan peran utama bagi kebangkitan Apple pada 1990-an dengan memimpin desain produk-produk unggulan baru, mulai dari iMac hingga iPhone.

"Jony adalah sosok langka di dunia desain, dan perannya dalam kebangkitan Apple tidak terukur," kata Direktur Utama Apple Tim Cook dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan yang berbasis di California mengatakan akan terus bekerja sama secara langsung dengan Jony Ive pada proyek-proyek eksklusif, juga setelah dia meninggalkan Apple.

USA Apple-Manager Jonathan Ive Tim Cook

Jony Ive (kiri) dan Direktur Utama Apple Tim Cook (kanan), September 2018

Pemimpin tim desain sejak awal

Jony Ive bergabung dengan Apple tahun 1992 dan sudah memimpin tim desain sejak tahun 1996. Dia bekerja erat dengan pendiri Apple Steve Jobs sampai kematiannya pada tahun 2011. Steve Jobs sendiri menyebut Jony Ive sebagai "mitra spiritual" yang selalu mendampinginya.

"Setelah hampir 30 tahun dan banyak sekali proyek, saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan untuk menciptakan tim desain, proses, dan budaya di Apple yang tidak ada duanya. Sekarang, semuanya lebih kuat, lebih bersemangat, dan lebih berbakat daripada pada titik mana pun dalam sejarah Apple," kata Jony Ive dalam pernyataannya.

Beberapa jam setelah poengumuman itu, harga saham Apple sempat turun 1,34%, setelah mengalami kenaikan selama enam bulan terakhir. Oktober tahun lalu sampai Januari tahun ini, saham Apple sempat anjlok sampai tingkat yang mengkhawatirkan.

hp/yp   (rtr, ap, dpa)

Laporan Pilihan