Peran Suriah dan Makna Gencatan Senjata | dunia | DW | 26.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Peran Suriah dan Makna Gencatan Senjata

Harian-harian di Eropa menyoroti peran Suriah dan perbedaan pengertian gencatan senjata dalam konflik Timur Tengah.

default

Tentang situasi di Timur Tengah di Roma harian Italia Corriere della Sera menulis:

„Apa yang dapat disebut dengan kata kunci ’Operasi Damaskus’ muncul dari perubahan pandangan strategi Amerika, yang meskipun demikian masih harus dibuktikan. Sementara orang menganugerahi Yerusalem waktu untuk serangan di Libanon, Washington berhasil mengenali bahwa milisi Hisbollah tidak dapat diperkecil dengan kekuatan militer Israel. Jika Damaskus memberi bantuan logistik, maka Damaskus juga dapat memutuskan jalur perbekalan. Dan juga dengan cara tertentu Damaskus dapat berpartisipasi dalam proses stabilisasi Libanon. Jadi orang harus berupaya mengaitkan Libanon pada prosesnya, dan ini meskipun terjadi pemutusan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat.“

Harian Inggris The Times juga berpendapat, Suriah dapat berperan penting dalam upaya gencatan senjata di Timur Tengah. Selanjutnya The Times menulis:

“Damaskus telah menegaskan bersedia mempermudah ‘komunikasi’ dengan Hisbollah, juga jika orang di Suriah berpedoman, tidak akan membela kelompok tersebut. Tampaknya ada fraksi berkuasa di ibukota Suriah yang menyebar luaskan keresahan meningkatnya ekstremis Islam – sebuah fraksi yang dapat menjadi bantuan dalam krisis saat ini. Warga Suriah tentu saja memandang semua ini sebagai kesempatan. Mereka tengah mencari peran baru di Libanon dan jalan keluar dari isolasi internasional sebagai dampak pembunuhan Rafik Hariri. Suriah harus memperbaiki masa lalunya di Libanon. Tapi negara itu memiliki kesempatan luar biasa keluar dari suasana dingin tersebut.“

Harian Italia lainnya La Repubblica lebih menyorot sisi latar belakang konflik Timur Tengah:

„Perang yang saat ini berkecamuk di Libanon memiliki dimensi ganda. Dari segi taktis hal itu menentukan apakah Israel untuk waktu yang tidak diketahui harus hidup dalam ancaman roket Hisbollah atau Israel dapat memadamkan ancaman tersebut. Tapi dari segi strategis Iran terlibat sebagai sponsor utama milisi Libanon. Beranjak dari dimulainya operasi militer Israel di Libanon Selatan kita dapat menunggu jawaban sementara dari pertanyaan menentukan: Mampukah Teheran menetapkan diri sebagai penguasa besar regional?“

Sementara harian Tageszeitung yang terbit di Berlin lebih menyoroti tuntutan Menteri luar negeri Amerika Serikat untuk gencatan senjata:

„Menurut pandangan umum, kesepakatan gencatan senjata antara partai militer yang berkonflik berarti jeda. Inilah yang dimengerti masyarakat di Eropa tentang tuntutan segera dilakukannya gencatan senjata antara tentara Israel dan Hisbollah Libanon. Pemerintah Israel seperti juga Amerika Serikat dan Inggris memiliki konsep yang jauh berbeda tentang gencatan senjata. Hal itu baru akan dibicarakan, jika sasaran perang Israel tercapai. Berdasarkan pandangan ini, gencatan senjata berarti kapitulasi dan membuat perundingan berikutnya mubazir.“

Iklan