Peran Organisasi Migrasi Internasional (IOM) | Sosial | DW | 08.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Peran Organisasi Migrasi Internasional (IOM)

IOM memang memiliki status sebagai pengamat di PBB, tetapi walau pun fungsinya hampir sama, mereka bukanlah organisasi PBB.

Imigran Ilegal

Imigran Ilegal

Organisasi Migrasi Internasional atau IOM terletak dekat Palais des Nations dan gedung-gedung organisasi PBB. Saat ini IOM memiliki 166 negara anggota, IOM juga memiliki konstistusi sendiri dan badan-badan seperti majelis, komite eksekutif dan badan pengurus.

Moto organisasi ini berbunyi : Mengkoordinasi migrasi untuk keuntungan bersama. Juru bicara IOM Jean-Phillippe Chauzy mengatakan:

"Jika kita berbicara mengenai manajemen migrasi, kita berbicara mengenai pendekatan menyeluruh yang lebih kuat terhadap migrasi.“

Lebih menyeluruh bagi Chauzy tidak hanya berarti merapatkan perbatasan dan memperkuat benteng Eropa. Juga bukan hanya memperketat peraturan imigrasi dan bagi para peminta suaka. Atau membangun tembok pemisah antara dua negara, seperti pada perbatasan Amerika Serikat dan Mexico. IOM memang membantu pemerintahan untuk mewujudkan politik migrasi mereka, mengkontrol perbatasan dan mengumpulkan data biometris. Namun menurut Chauzy, untuk mendapatkan manajeman migrasi yang sukses, masih dibutuhkan banyak hal lainnya.

Jean-Philippe Chauzy : "Tentu saja peraturan mengenai kontrol perbatasan adalah prioritas setiap negara. Tetapi ini tidak cukup untuk mengatur migrasi. Dibutuhkan pengaturan secara menyeluruh. Kontrol di perbatasan adalah satu aspek. Tetapi, misalnya, kita juga harus membuka diri bagi program migrasi bekerja legal, supaya orang juga bisa bermigrasi secara legal.“

Karena itu IOM berusaha meyakinkan pemerintahan negara-negara industri supaya tidak hanya memberikan visa bagi para pakar berkualifikasi tinggi, tetapi juga bagi para pekerja tanpa latar belakang pendidikan bagi sektor bergaji rendah. Selain itu, IOM juga mengusahakan agar modal perekonomian rakyat dari negara industri mengalir ke negara-negara berkembang, supaya dapat meningkatkan taraf hidup disana.

Jean-Phillippe Chauzy : "Kami mengarahkan pemerintahan untuk menginvestasi ke negara-negara yang berada di belahan selatan bola dunia, dimana tekanan migrasi masih sangat besar. Tujuannya adalah, orang-orang tersebut harus mau berpindah dengan sendirinya, bukan atas paksaan. Jelas sekali bahwa jika di negara berkembang ada perspektif perekonomian yang lebih biak, maka orang akan berpikir dua kali, apakah mereka benar-benar akan meninggalkan negara mereka atau tidak.“

IOM membiayai diri mereka, seperti PBB, dari iuran negara anggota. 1,1 milyar dolar Amerika Serikat tersedia tahun lalu bagi 1400 program IOM. Selain itu, IOM bekerja erat dengan organisasi PBB seperti UNICEF dan UNHCR. Namun, sering juga sulit untuk memisahkan organisasi mana yang bertugas untuk menangani masalah yang mana. UNHCR memiliki misi untuk memberikan bantuan kepada pengungsi. Tetapi, yang mana yang dapat disebut sebagai pengungsi dan yang mana yang migran? Migrasi pekerjaan juga adalah tugas ILO, badan perburuhan dunia. Dan masalah kesehatan diurus oleh WHO. Jadi dimanakah posisi IOM diantara belantara organisasi PBB tersebut?

Jean-Phillippe Chauzy : "Setiap orang berhak untuk turut berbicara masalah migrasi. Tetapi kami dari IOM, memiliki informasi yang paling lengkap. Karena kamilah yang melakukan migrasi. Karena itu, mungkin kamilah yang paling berkompeten untuk menyempurnakan percabaan yang menyeluruh terhadap masalah migrasi.“