Penyidikan Parlemen Eropa atas Kasus CIA | Fokus | DW | 21.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Penyidikan Parlemen Eropa atas Kasus CIA

Bekas duta besar Inggris untuk Uzbekistan menuduh dunia Barat telah mengambil keuntungkan dari penyiksaan di Uzbekistan.

Kepala Dinas Rahasia Jerman BND Ernst Uhrlau, ditunggu pernyataannya di Parlemen Eropa.

Kepala Dinas Rahasia Jerman BND Ernst Uhrlau, ditunggu pernyataannya di Parlemen Eropa.

Craig Murray mungkin terlalu naif untuk memegang jabatan sebagai duta besar Inggris di Uzbekistan. Selama masa tugasnya dari tahun 2004 sampai 2006, Murray harus mewakili nilai kemanusiaan dunia Barat di sebuah negeri, di mana penyiksaan dan pembunuhan oleh pemerintah sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat. Kediktaturan Presiden Islom Karimov pun tak ubahnya seperti parade sirkus milik dinas rahasia yang mempertunjukkan kekejaman, dan Murray adalah salah satu penontonnya.

AS dan Inggris Izinkan Praktek Penyiksaan

Dengan alasan perang melawan teror di Afghanistan, Amerika Serikat dan Inggris telah menggunakan informasi rahasia yang didapat melalui penyiksaan oleh dinas rahasia Uzbekistan. Demikian tuduhan yang dilontarkan mantan duta besar Murray, di depan komisi penyidik kasus CIA di Parlemen Eropa, yang digelar Kamis (20/4) kemarin di Brussel. Murray dalam dakwaannya,

Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris telah menghasilkan sebuah keputusan politik, bahwa mereka mengizinkan penggunaan informasi yang diperoleh melalui penyiksaan oleh negara lain.”

Persengkokolan dengan Pemerintah Uzbekistan

Selama ini Uzbekistan berperan sebagai pusat logistik untuk perang melawan teror yang dipimpin Amerika di Afghanistan. Sementara di London, Murray menyuarakan protes menentang pelanggaran HAM di Uzbekistan yang diamatinya selama bertugas di Taskent. Murray bahkan menuduh menteri luar negeri Inggris telah melakukan persekongkolan politis dengan pemerintah Uzbekistan. Tak pelak, hal tersebut membuat Murray dicopot dari jabatannya sebagai duta besar.

Tak hanya itu, Murray juga melemparkan tuduhan berat terhadap Jerman. Meskipun ia tidak dapat memastikan, apakah CIA juga membagikan informasi yang didapat melalui penyiksaan tersebut kepada dinas rahasia lain, selain Inggris. Namun Murray mengatakan,

Sejumlah dinas rahasia negara Eropa memiliki hubungan langsung dengan dinas rahasia Uzbekistan. Terutama Jerman yang memiliki hubungan seperti itu. Saya yakin, Jerman juga memperoleh informasi dari dinas rahasia Uzbekistan, dan saya meyakini, hal itu masih berjalan sampai saat ini.”

Apakah Jerman Terlibat?

Jerman memang memiliki kepentingan sendiri di Uzbekistan. Negara penentang invasi Amerika ke Irak ini adalah satu-satunya negara Barat yang memiliki izin untuk melintasi kawasan udara Uzbekistan dengan pesawat militernya. Selain itu, Jerman dapat memperluas basis militernya di Termez yang digunakan untuk menyuplai tentaranya di Afghanistan. Para politisi Jerman memilih sikap berhati-hati dalam menyikapi tuduhan tersebut. Pasalnya dakwaan Murray secara terbuka telah menyerang kebijakan politik pemerintahan koalisi Merah-Hijau yang dipimpin mantan Kanselir Gerhard Schröder. Wolfgang Kreissl-Dörfer, anggota Fraksi Sosial Demokrat di Parlemen Eropa mengatakan,

Masalah ini tentu akan dibahas komisi penyelidik di Berlin. Di sisi lain, Craig Murray tidak mengungkapkan dengan jelas, apakah kerja sama antara kedua dinas rahasia telah memasuki wilayah penyiksaan atau hanya hubungan normal.”

Pertanyaan yang muncul dari tuduhan Murray tersebut pada akhirnya harus dijawab oleh Menteri Luar Negeri Jerman Frank Walter Steinmeyer dan Kepala Dinas Rahasia Jerman Ernst Uhrlau di hadapan Parlemen Eropa. Keduanya telah diundang untuk menghadiri rapat dengar pendapat.