Penutupan Kongres Nasional Rakyat Cina | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 16.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penutupan Kongres Nasional Rakyat Cina

Setiap tahun pada penutupan kongres nasional rakyat Cina berlangsung tradisi yang sama.

default

Pertama-tama tampil korps musik dan setelah itu para peserta kongres melakukan pemungutan suara. Dimana sekitar 3000 delegasi menekan tombol elektronik pemberian suara. Dan seperti biasa semua rencana pemerintah akan diterima. Parlemen Cina secara umum juga dikenal hanya sebagai proforma, karena belum pernah dalam sejarah Cina rencana-rencana yang disetujui pimpinan pemerintah sebelumnya ditolak. Juga peraturan untuk melindungi kekayaan pribadi disetujui dengan suara mayoritas. Hal yang sebelumnya diperdebatkan. Para kritisi memandang peraturan kekayaan pribadi dengan kekayaan negara sama dengan kembali ke komunisme.

Setelah acara pemungutan suara Perdana Menteri Wen Jiabao secara tradisi mengadakan konferensi pers. Semua pertanyaan sudah dibicarakan sebelumnya. Wen Jiabao menekankan, bahwa sasaran pemerintah selanjutnya adalah untuk mengatasi perbedaan besar antara kota dan desa

Wen Jiabao: „Kami harus menjamin bahwa masyarakat mendapat kondisi yang sama. Kami harus melakukan politik penyetaraan dalam pendidikan, harus selangkah demi selangkah menghapus jurang pendapatan dan kami harus menyiapkan sistim asuransi yang terjangkau bagi semua orang.“

800 juta orang di Cina hidup sebagai petani, seperempat dari mereka harus hidup dengan kurang dari 1 dollar per harinya. Hanya sebagian kecil yang punya asuransi. Selain itu kelompok lapisan menengah dilanda korupsi. Menciptakan keadilan sosial bagi Wen Jiabao merupakan sasaran utama pemerintah.

Semakin sering rakyat Cina memberontak, melawan pembagian yang tidak merata, dan juga menentang korupsi serta perusakan lingkungan. Sekarang Cina ingin mengatasi hal itu, demikian ditegaskan partai komunis. Sampai tahun 2020 Cina akan mengurangi pemakaian energinya sebesar 20 persen untuk melindungi lingkungan. Namun melihat kenyataan perkembangan ekonomi Cina yang pesat, dimana pembangunan kota atau industrialisasi akan memerlukan energi yang semakin besar, sasaran tersebut sangat ambisius

Wen Jiabao: „Sesuai Protokol Kyoto sebagai negara berkembang Cina tidak perlu memenuhi kewajiban apapun. Meskipun demikian pemerintah Cina bersikap sangat bertanggung jawab, juga sangat bertanggung jawab terhadap seluruh dunia. Ini merupakan pemenuhan tanggung jawab internasionalnya.“

Demikian disampaikan Perdana Menteri Wen Jiabao. Tapi sejak beberapa tahun Cina menolak menetapkan batas pelepasan emisi gas rumah kaca yang merusak lingkungan. Dengan alasan hal itu akan membatasi pertumbuhan ekonomi. Ini menunjukkan, bagi Cina pembangunan negaranya lebih penting daripada melindungi lingkungan.

Iklan