Cegah Virus Tidak Cukup Cuci Tangan Yang Benar, Tapi Juga Cara Mengeringkannya | IPTEK: Laporan seputar sains dan teknologi dan lingkungan | DW | 30.04.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Penelitian

Cegah Virus Tidak Cukup Cuci Tangan Yang Benar, Tapi Juga Cara Mengeringkannya

Semenjak wabah corona, pakar kesehatan kerap mengingatkan untuk mencuci tangan secara benar dan sering. Tetapi mencuci tangan tidak cukup. Bagaimana cara Anda mengeringkan tangan?

Cuci tangan (picture alliance/dpa/C. Klose)

Foto ilustrasi cuci tangan

Dr. Ines Moura dan Duncan Ewin dari University of Leeds dan profesor mereka Marc Wilcox menyelidiki seberapa cepat virus menyebar ke permukaan setelah menggunakan kamar kecil. Faktor yang diperhitungkan adalah apakah Anda mengeringkan tangan dengan mesin pengering tangan listrik, atau apakah Anda menggunakan tisu kertas. Para peneliti dari Leeds pernah melakukan percobaan serupa dengan bakteri beberapa tahun yang lalu. 

Untuk percobaan baru ini, empat relawan awalnya mencemari tangan mereka dengan bakteriofag.Bakteriofag adalah virus pemakan bakteri yang tidak berbahaya bagi manusia. Keempat orang tersebut tidak mencuci tangan dengan seksama setelah itu, tetapi hanya membasahi tangan. Ini adalah cara para peneliti mensimulasikan pembersihan tangan yang ceroboh. 

Setelah mengeringkan tangan dengan mesin pengering atau tisu kertas, ahli higienis mengambil sampel untuk mengetahui berapa banyak virus yang ada di tangan mereka dan apakah virus ditemukan pada pakaian (relawan mengenakan celemek) dan di area permukaan seperti gagang pintu, tombol lift, dan kursi di ruang tunggu. 

Hasilnya: mesin pengering tangan dan tisu kertas mengurangi kontaminasi virus di tangan. Tetapi dalam 10 dari 11 permukaan yang disentuh dan diperiksa setelahnya, para peneliti menemukan "kontaminasi lingkunganyang lebih signifikan setelah menggunakan mesin pengering tangan daripada setelah menggunakan tisu kertas". 

Bakteriofag ditemukan pada semua permukaan setelah menggunakan mesin pengering tangan, tetapi hanya pada enam permukaan setelah menggunakan tisu kertas. Rata-rata, kontaminasi permukaan sepuluh kali lebih tinggi setelah menggunakan mesin pengering tangan daripada menggunakan tisu kertas. Ada lima kali lebih banyak virus ditemukan di celemek. 

Para peneliti juga menemukan bukti bahwa virus tidak hanya ditularkan langsung dari tangan ke permukaan, tetapi juga dari celemek, tetapi itu terjadi hanya setelah menggunakan mesin pengering tangan. 

Oleh karena itu ahli kesehatan merekomendasikan agar rumah sakit tidak menggunakan mesin pengering tangan listrik dan sebagai gantinya menyiapkan dispenser tisu kertas. (vlz/hp)

Laporan Pilihan