Pentagon Siapkan Rencana Darurat untuk Irak? | Fokus | DW | 13.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pentagon Siapkan Rencana Darurat untuk Irak?

Ketika George W. Bush menuntut penambahan 4.000 lebih tentara untuk perang Irak, tersiar kabar bahwa Kementrian Pertahanan AS menyiapkan rencana yang bertolak belakang.

Kompleks Pentagon di Washington

Kompleks Pentagon di Washington

Menurut laporan harian Los Angeles Times, kini tengah dicari cara untuk menarik mundur tentara Amerika Serikat dalam jumlah besar. Sebagian kecil yang dipertahankan di sana hanya ditugaskan membantu melatih tentara Irak.

Hal ini sebetulnya sudah sejak lama diusulkan Jendral John Abizaid, mantan komandan satuan tentara Irak di Timur Tengah yang dikenal kritis terhadap Presiden Bush. Selama ini upayanya sia-sia belaka.

Abizaid mengatakan, "Jalan terbaik untuk memenangkan perang ini adalah melakukan pelatihan untuk menghasilkan tentara Irak yang cakap. Kita harus melepaskan gagasan tentang tentara pendudukan dalam jumlah sangat besar di wilayah Irak."

Konsep Komandan yang baru, Jendral David Petraeus, justru sebaliknya. Ia ingin mengendalikan situasi di Bagdad dengan menambah jumlah tentara AS.

Menurut harian Los Angeles Times, di Kementrian Pertahanan terjadi silang pendapat. Serangan bom yang tak putus-putusnya di Irak, membuat kubu Abizaid lebih banyak didengar.

Juga dipikirkan tentang satuan terbatas tentara AS di El Salvador yang beranggota kurang dari 100 orang. Mereka membantu perang yang dilancarkan pemerintah setempat terhadap pemberontak komunis, sejak awal 80-an hingga awal 90-an. Walau masih diperdebatkan sampai sekarang, satuan tentara seperti itu lebih merupakan alternatif bagi kekacauan di Irak saat ini.

Semua mencari jalan keluar, begitu kata Stephen Biddle dari Dewan urusan Hubungan Internasional. Ia mengatakan, "Masalah dalam kebijakan Irak saat ini adalah, semua opsi yang ada, buruk. Contohnya penambahan tentara yang lebih besar kemungkinan untuk gagal daripada berhasil. Tapi, dari berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai stabilitas dan menghentikan pertumpahan darah, penambahan tentara bukanlah solusi jangka panjang."

Tapi, bagaimana jika semua itu gagal?

Itulah yang sedang dipersiapkan para petinggi militer di Washington, kata Julian Barnes yang menulis artikel tentang itu di Los Angeles Times. Ia memperkirakan, Konggres AS memaksa Bush untuk memulai penarikan tentara.

Barnes mengatakan, "Mungkin, cara yang paling realistis adalah jika menteri pertahanan AS kemudian memutuskan, apakah penambahan tentara itu membantu, atau tidak. Jika tidak ada harapan lagi untuk memperbaiki keadaan di Irak, maka mereka akan menjalankan rencana darurat."

Dan menurut perkiraan wartawan Washington berpengalaman Julian Barnes, itu bisa terjadi dalam waktu cepat.

Barnes menambahkan, "Saya pikir, dalam waktu setengah tahun kita akan melihat bagaimana Pentagon menganalisa situasi di Irak dengan sungguh-sungguh. Lalu akan diputuskan, apakah masuk akal jika melanjutkan yang dilakukan sekarang? Jika tidak, mereka akan bicara tentang penarikan tentara."