Pentagon Publikasi Sangkalan Hambali | Fokus | DW | 13.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pentagon Publikasi Sangkalan Hambali

Hambali, anggota Jemaah Islamiyah yang ditahan di Guantanamo menyangkal kaitan dengan kelompok teroris Al Kaidah.

Serangan bom di Bali Oktober 2002

Serangan bom di Bali Oktober 2002

Nama aslinya Riduan Isamuddin. Namun ia lebih dikenal sebagai Hambali, dalang bom Bali tahun 2002 yang menewaskan sedikitnya 200 orang dan dalang ledakan bom di hotel Marriott Jakarta tahun 2003 yang juga berakibat puluhan korban tewas.

Sejak ditangkap di Thailand pada tahun 2003, Hambali yang mengaku kepala operasi Jemaah Islamiyah ditahan secara rahasia oleh Badan Intelijen Amerika Serikat CIA untuk beberapa tahun. Baru September tahun lalu ia dialihkan ke penjara Guantanamo di Kuba.

Empat April lalu dalam sebuah hearing, ia mengaku tidak memiliki hubungan dengan Al-Kaidah. Setelah transkripsi dengar pendapat itu diteliti dan diedit, transkripsi itu dipublikasi markas besar militer Amerika Serikat, Pentagon. Ini merupakan pertama kalinya Pentagon mempublikasi pernyataan Hambali.

Hambali merupakan salah satu dari 14 terduga „kombatan musuh“ yang statusnya sedang diperiksa oleh sebuah komisi militer khusus di Guantanamo.

Dalam transkripsi itu tertera sejumlah dugaan. Antara lain bahwa Hambali juga turut mempersiapkan rangkaian pemboman gereja di Indonesia pada tahun 2000 dan bahkan sebelumnya di tahun 1999 merencanakan pemboman terhadap sejumlah kedutaan besar yang berada di Singapura.

Hambali juga dituduh sebagai pemimpin kelompok Mujahidin di Malaysia yang salah satu tujuannya adalah menjatuhkan pemerintahan di negara itu. Selain itu disebutkan bahwa sebagai kepala operasi Jemaah Islamiyah, Hambali juga merupakan kontak utama kelompok Al Kaidah di Asia Tenggara.

Dalam interogasi itu Hambali menyatakan bahwa diluar pernyataan tertulis yang telah ia serahkan, tak ada hal lain yang ingin ia ungkapkan. Namun seorang anggota komisi menjawab bahwa pernyataan tertulis itu belum jelas dan perlu verifikasi.

Sehubungan pernyataan tertulis Hambali mengenai pengunduran dirinya dari Jemaah Islamiyah pada tahun 2000 seorang anggota lainnya menanyakan, kegiatan Hambali dalam kurun waktu tiga tahun hingga saat ia ditangkap. Hambali menyatakan, ia tidak dapat menjawabnya.

Melalui seorang penerjemah Hambali kerap menegaskan bahwa ia tidak melakukan semua hal yang dituduh dan juga tidak berperan sebagai kontak utama kelompok Al Kaidah di Asia Tenggara.

Diakhir dengar pendapat itu, Komisi menjelaskan bahwa akan ada Panel Review khusus di Washington yang akan menetapkan statusnya. Hambali bisa memberikan informasi lain yang meringankan statusnya. Bila Hambali tidak terbukti sebagai „kombatan musuh“, maka Hambali akan dipulangkan ke Indonesia.