Pengamanan Ketat Pertemuan IMF di Singapur | Fokus | DW | 13.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pengamanan Ketat Pertemuan IMF di Singapur

Alasan yang dipakai aparat keamanan adalah teridentifikasikannya beberapa orang yang dianggap sebagai aktivis yang siap untuk menggunakan kekerasan dalam berbagai peristiwa penting sebelumnya.

default

Ancaman bahaya saat berlangsungnya pertemuan Dana Moneter Internasional IMF dan Bank Dunia, terlalu besar, demikian menurut pernyataan kepolisian Singapur.

Kebanyakan warga Singapur sudah mengerti kebijakan itu. Namun acap kali masih ada petunjuk untuk tidak berbicara dengar pers. Yang bertanggung jawab di Singapur untuk pendaftaran nama peserta konferensi, malahan tidak mau menyebutkan nama keluarganya. Perempuan itu hanya memakai nama depannya Ding. Dia mengatakan:

"Sepengetahuan saya, ada sebuah ruang protes di pusat pertemuan "Suntec“. Jadi aksi protes juga sudah diperhitungkan dalam perencanaan pengamanan. Pemerintah sudah mempersiapkan sebelumnya. Tahap perencanaan kini sudah berakhir. Saya kira, langkah-langkah pengamanan berjalan dengan sangat baik pada hari-hari terakhir ini.“

Aktivis organisasi non pemerintah atau NGO masih belum banyak terlihat di kota itu. Mereka merasa khawatir atas langkah-langkah pengamanan yang diperketat. Lucy Baker bekerja untuk organisasi "Bretton Woods Project“ di London yang mengamati secara kritis kinerja IMF dan Bank Dunia, mengatakan:

"Kami mendapat laporan bahwa Singapur mencantumkan sejumlah nama anggota dari NGO dalam dalam daftar hitam atau "black list“, meskipun mereka mendapat akreditasi dari IMF dan Bank Dunia. Ini sudah jelas merupakan pelanggaran semua kesepakatan dengan IMF dan Bank Dunia. Kami sangat mencemaskan hal itu. Yang dimasukkan ke daftar hitam antara lain wakil dari NGO Indonesia INFID."

Sudah sejak beberapa hari ini terdapat informasi simpang siur mengenai pertemuan NGO di pulau Batam. Atas tekanan Singapur, pemerintah Indonesia melarang pertemuan ini. Bank Dunia terpaksa campur tangan agar pertemuan tersebut dapat dilaksanakan. Seperti yang diungkapkan Lucy Baker.

Hari Kamis (07/09) lalu kami mendengar, konferensi di Batam dibatalkan karena pemerintah Singapur dan beberapa pihak lain menekan polisi Indonesia di Batam. Menyusul protes internasional kami berkesimpulan, pertemuan itu diijinkan. Namun, kami belum yakin larangan apalagi yang akan kami terima. Mudah-mudahan pertemuan itu benar-benar dapat terlaksana.“

Sementara itu, persiapan untuk konferensi IMF dan Bank Dunia berjalan. Semakin banyak polisi ditempatkan di jalan-jalan sekitar pusat pertemuan di "Suntec City“. Kawat berduri melilit pagar-pagar penghalang yang menandai batas keamanan. Mulai dari sini hanya peserta konferensi yang mendapat akreditasi resmi yang diijinkan masuk. Mereka harus memperlihatkan kartu peserta yang dapat dibaca dengan mesin. Dan paling lambat di tahap terakhir pemeriksaan keamanan di gedung, setiap peserta diminta untuk menyerahkan botol air minumnya. Ini untuk mencegah peserta yang dicurigai membawa bahan peledak cair.