1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pengadilan München Perburuk Citra Jerman

Baha Güngor29 Maret 2013

Cara pengadilan di München menangani kasus teror ekstrim kanan NSU bisa merusak citra Jerman di luar negeri. Demikian pandangan editor DW Baha Güngor.

https://p.dw.com/p/186Mp
Foto: Reuters

Seandainya di Turki ada beberapa warga Jerman yang dibunuh oleh sebuah kelompok bawah tanah. Lalu tersangka pembunuhnya tertangkap dan diajukan ke pengadilan. Kemudian dalam sidang pengadilan tidak ada media Jerman yang bisa masuk ruangan untuk meliput. Apa yang akan terjadi? Berapa besar kritik yang akan muncul di publik? Berapa besar seruan terhadap kebebasan pers? Berapa besar kritik terhadap sistem pengadilan di Turki?

Pengadilan Tinggi München kelihatannya tidak menyadari, berapa besar dampak keputusan mereka untuk tidak mengijinkan media Turki masuk ke ruang pengadilan. Yang duduk di kursi terdakwa bukan penjahat biasa, melainkan Beate Zschäpe, anggota kelompok teror NSU dan empat orang pembantunya.

Deutsche Welle Türkisch Bahaeddin Güngör
Foto: DW

Diantara korban yang dibunuh oleh NSU, ada delapan warga Turki. Keputusan Pengadilan München menunjukkan, bahwa mereka sama sekali tidak punya insting politik. Karena hal ini berkaitan juga dengan citra Jerman di luar negeri.

Pengadilan München memang mengambil keputusan berdasarkan aturan yang ada. Tapi tanpa melihat kemungkinan untuk memutuskan lain, seperti yang diutarakan oleh banyak ahli hukum dan pakar konstitusi dalam beberapa hari terakhir. Bahwa keputusan lain bisa diambil, ini ditunjukkan sebelumnya oleh pengadilan di Mannheim. Ketika warga Swiss Jörg Kachelmann diadili, pengadilan memutuskan untuk memberi kontingen beberapa tempat duduk di ruang pengadilan kepada media Swiss.

Pengadilan München tidak akan kehilangan wibawa, seandainya mereka mengkhususkan 20 dari seluruhnya 50 tempat duduk wartawan untuk media Turki. Selain itu, para ahli hukum juga melihat tidak ada argumen yang melarang penayangan proses pengadilan ke ruangan lain lewat monitor televisi. Tapi Pengadilan München berpendapat lain. Mereka menyatakan kuatir, sidang pengadilan secara keseluruhan bisa dianggap melanggar hukum. Argumen ini tidak meyakinkan.

Sehubungan dengan kegagalan aparat keamanan Jerman dalam pengusutan kasus NSU, di media-media Turki bermunculan bermacam-macam teori konspiratif. Keputusan Pengadilan München sekarang membuat teori konspiratif ini makin marak. Jerman harus berhadapan dengan tuduhan, di negara ini memang ada sikap bermusuhan terhadap warga asing. Jerman dianggap tidak peduli pada kekerasan ekstrim kanan dan tidak serius mengusut kegiatan kelompok Neonazi.

Pengadilan München masih bisa merevisi keputusannya. Proses pengadilan akan dimulai 17 April mendatang. Sampai saat itu, masih ada waktu bagi pengadilan untuk mengubah pandangan formalnya. Pengadilan München punya kewajiban untuk mencegah rusaknya citra Jerman di luar negeri.