Pengadilan ′Bom London′ Dimulai | dunia | DW | 11.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pengadilan 'Bom London' Dimulai

Proses pengadilan terhadap enam tersangka percobaan serangan bom di London dimulai Kamis (11/01) ini.

Rongsokan bus tingkat target bom 7 Juli 2005 di London

Rongsokan bus tingkat target bom 7 Juli 2005 di London

Usaha serangan percobaan mereka tanggal 21 Juli 2005 gagal. Namun, mereka berhasil membuat warga Inggris merasa takut dan terancam. Alarm bom kembali terjadi di suatu hari Kamis, lalu-lintas kendaraan umum kembali lumpuh. Para penumpang harus dievakuasi. Tidak ada korban yang tewas. Seorang saksi mata mengingat, ledakan yang terjadi pun lebih lemah.

"Saya hanya mencium bau kabel yang terbakar dan kemudian kami harus meninggalkan kereta bawah tanah.“

Kelihatannya, para pelaku ingin meniru serangan berdarah 7 Juli 2005 yang lalu. Tapi mengapa bom rakitan mereka sendiri tidak meledak? Apakah mereka juga berasal dari lingkaran kelompok ekstrimis Islam? Dan apakah kedua kelompok pelaku saling mengenal? Pada awalnya ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Bahkan para saksi mata memberikan keterangan yang berbeda-beda. Di stasiun kereta api bawah tanah di Warren Street misalnya, para penumpang mengatakan mereka melihat seseorang yang di seluruh tubuhnya terlilit kabel, melarikan diri dari stasiun tersebut.

"Semua menjerit dan tiba-tiba pria ini berlari melewati saya. Ia berlari sangat cepat dan sepertinya ia sangat ketakutan.“

Warga London saat itu memang lolos dari bahaya. Namun, tetap saja perasaan tidak nyaman itu terus menghantui dibarengi dengan ketakutan akan adanya serangan bom yang ketiga. Pihak kepolisian menjanjikan penjelasan secepatnya. Rekaman dari kamera pengawas membuahkan hasil dan kali ini tersangka dapat diinterogasi secara langsung. Setelah penangkapan, pimpinan Scotland Yard Ian Blair mengungkapkan pendapatnya.

"Kemajuan yang cepat dalam pengusutan kasus bukan lah hal yang mustahil. Bagaimana pun juga, para pelaku telah meninggalkan cukup banyak jejak.“

Semenjak satu setengah tahun, enam tersangka berada dalam tahanan dan menunggu proses pengadilan mereka dimulai. Berulangkali, pengadilan ditunda, karena barang bukti belum cukup. Para tersangka dituduh melakukan percobaan pembunuhan dan persekongkolan dengan teroris. Keenam pria muda ini adalah warga Muslim Inggris, sama halnya dengan para pelaku bom bunuh diri peristiwa 7 Juli 2005.

Sebagian besar dari mereka adalah keturunan Afrika. Mereka berasal dari Somalia, Eritrea atau Etiopia. Mereka berimigrasi ke Inggris di tahun 90an. Beberapa dari mereka memiliki hak ijin tinggal tidak terbatas, yang lainnya bahkan memiliki paspor Inggris. Walau pun hingga sekarang hubungan antara kedua serangan bom di Inggris belum dapat dibuktikan, tim penyidik menduga motif yang dimiliki pelaku sangat mirip. Sejauh mana, serangan yang berhasil digagalkan ini, mendapat tempat di mata para hakim, baru akan tampak dalam proses pengadilan yang akan dimulai Kamis ini.

Iklan