1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Travel

Penerbangan RI-Cina Disetop, Turis Perpanjang Izin Tinggal

Detik News
5 Februari 2020

Pemerintah Cina menyayangkan keputusan pemberhentian sementara penerbangan langsung Indonesia-Cina sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona. Larangan ini dinilai akan merugikan perekonomian Indonesia.

https://p.dw.com/p/3XHZD
Indonesien Soekarno Hatta International Airport Vorbereitungen zur Evakuierung aus Wuhan
Foto: picture-alliance/AP/F. Syam

Merebaknya virus corona menghebohkan seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah RI sudah memutuskan untuk menghentikan sementara penerbangan langsung Indonesia-Cina.

Pemerintah juga menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT. Tak hanya itu, pemerintah juga melarang seluruh impor hewan hidup dari Cina.

Keputusan itu mendapatkan respons dari pihak Cina. Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian menilai semestinya pemerintah Indonesia tidak bersikap seperti itu.

"Menurut saya kalau ambil pembatasan seperti terhadap penukaran personal penerbangan dan perdagangan kami sangat tidak berharap itu dampaknya. Itu sebenarnya juga akan merugikan ekonomi perdagangan dan pariwisata Indonesia sendiri," ujar Xiao di kantor Kedutaan Besar Cina di Jakarta, Selasa (04/02).

Xiao mengatakan selama ini kerja sama antara Indonesia dan Cina berlangsung baik selama 8 tahun terakhir. Selain itu turis dari Cina kerap memberikan keuntungan kepada Indonesia.

"Saya pikir Tiongkok sudah 7 atau 8 tahun berturut-turut menjadi mitra perdagangan terbesar di Indonesia dan Tiongkok sudah...seminimalnya tingkat negara kedua terbesar sumber wisatawan asing, setiap tahun ada 2 juta lebih turis dari Cina yang datang ke Indonesia. Dan Tiongkok juga adalah salah satu sumber investasi terbesar kepada Indonesia," ucap Xiao.

Terkait penghentian impor pangan, Xiao mengatakan sudah mengetahui berita itu. Menurutnya penyebaran virus corona belum terbukti bisa menular melalui bahan pangan.

Oleh karena itu, dia keberatan pemerintah Indonesia membatasi perdagangan terhadap Cina.

"Sekarang masih belum ada bukti yang bisa membuktikan coronavirus bisa ditularkan lewat barang-barang impor, dan WHO sudah menyatakan bahwa mereka tidak setuju bahkan keberatan pada tindakan pembatasan perdagangan terhadap Tiongkok. Kami pikir bahwa kalau Indonesia benar-benar mengambil tindakan seperti itu akan mengakibatkan dampak yang negatif," tutur Xiao.

Mengikuti protokol internasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri kemarin mengumpulkan para menteri di Istana Presiden Bogor untuk membahas kebijakan yang diambil terkait virus corona tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat pun memberikan tanggapan terkait itu. Dia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia hanya mengikuti protokol internasional.

"Kita ikuti global health protocol. Kita basisnya global health protocol," ujarnya di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (04/02).

Senada dengan Airlangga, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang memiliki kewenangan penghentian penerbangan langsung RI-Cina juga menyatakan bahwa apa yang dilakukan Indonesia juga dilakukan banyak negara lain.

"Kan yang kita lakukan ini sama yang diberlakukan oleh negara-negara lain. Kita sebetulnya sangat hati-hati untuk melakukan itu," tuturnya.

Perpanjang izin tinggal

Pemerintah Provinsi Bali akan memfasilitasi perpanjangan izin tinggal (overstay) turis Cina. Hal ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat.

"Ada kompensasi perpanjangan visa bagi WN Cina yang memperpanjang masa tinggal, sesuai arahan pemerintah pusat," kata Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati kepada wartawan saat melepas pesawat terakhir tujuan Cina di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (05/02).

Tepat pada Rabu, 5 Februari, pukul 00.30, penerbangan ke Cina dari Bandara I Gusti Ngurah dengan maskapai China Southern nomor penerbangan CZ 2626 menjadi yang terakhir. Selama penerbangan dari dan ke Cina ditutup, turis Cina dipersilakan mengurus izin sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia.

"WNA dipersilakan perpanjang masa tinggal selama penerbangan ditutup," tutur Tjokorda.

Bali, yang dinilai masih aman dari virus corona, membuat WN Cina tak keberatan memperpanjang masa libur dan tinggal di Bali.

"Banyak WNA sehat yang ingin perpanjang masa libur di Bali dan tidak masalah," tutup Tjokorda. (Ed: rap/pkp)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

China Bete RI Setop Penerbangan Gara-gara Corona

Pemprov Fasilitasi Izin Overstay Turis China di Bali