Penembakan Amok di Virginia Tech University | dunia | DW | 17.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penembakan Amok di Virginia Tech University

Belum pernah dalam sejarah insiden penembakan amok yang terjadi di Amerika Serikat jatuh korban sedemikian banyak.

Polisi dalam upaya mengamankan Virginia Tech

Polisi dalam upaya mengamankan Virginia Tech

Rektor Perguruan Tinggi Teknik Virginia Charles Steger menyebut insiden itu sebagai tragedi yang berskala monumental

Jam 7.15 waktu setempat polisi di Blacksburg, di negara bagian Virginia di Amerika Serikat mendengar tanda bahaya. Dilaporkan adanya insiden penembakan di bangunan Virginia Tech, tepatnya di asrama mahasiswa. Polisi berdatangan, memblokir bangunan tersebut dan menduga pelakunya melarikan diri. Dua jam kemudian terjadi tembakan lainnya di bangunan lainnya, di ruang kuliah para mahasiswa teknik. Jumlah korban terbesar terjadi pada kejadian penembakan kedua. Polisi menduga pelakunya juga tewas.

Dari kamera telefon seluler gambar pertama insiden itu segera ditayangkan di televisi. Terlihat para mahasiswa dengan wajah ketakutan, polisi dengan senapan. Seorang mahasiswa berhasil merekam kejadian penembakan itu. Saksi mata melaporkan kekacauan di lokasi kejadian, mahasiswa yang berusaha menyelamatkan diri, polisi yang mencoba menguasai situasi.

Laura Spaventa, seorang mahasiswi menceritakan kepada stasiun televisi Amerika Serikat CNN

“Mula-mula kami menerima e-mail, isinya di kampus ada seorang penembak amok. Tapi itu tidak membuat kami khawatir, karena baru pekan lalu terdapat ancaman bom, yang ternyata tidak benar. Tapi kemudian datang satu e-mail lagi. Isinya kami diminta tidak meninggalkan tempat dimana kami berada. Kemudian terdengar lima tembakan, meskipun tidak terlalu keras. Dosen lalu menurunkan kerai dan mematikan lampu. Lalu kami berlindung di bawah meja.”

Selama berjam-jam para mahasiswa bersembunyi sampai akhirnya dapat meninggalkan bangunan itu.

Di senat dan dewan perwakilan Amerika Serikat berlangsung acara mengheningkan cipta untuk menghormati para korban. Presiden George W. Bush dalam pidato televisi menyebut bangsa Amerika Serikat terkejut dan sedih. Ia menyampaikan rasa bela sungkawa kepada korban dan keluarnya.

Banyak mahasiswa yang teringat akan penembakan tahun 1999 pada Columbine High School di Littleton, Colorado. Ketika itu dua remaja menembak mati 12 mahasiswa dan seorang guru, sebelum menghabisi nyawanya sendiri.

Di Universitas Blacksburg sebelumnya juga sudah terjadi insiden kekerasan. Menurut laporan media massa bulan Agustus lalu seorang tahanan yang kabur dari penjara dan bersembunyi di bangunan kampus. Seorang pegawai universitas dan seorang polisi tewas sebelum tahanan itu berhasil ditangkap. Tanggal 2 dan 13 April lalu universitas itu menjadi korban tipuan ancaman bom. Universitas negeri Virginia Tech University adalah salah satu dari 20 universitas ternama untuk jurusan teknik di Amerika Serikat.

Iklan