1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Current Moscow mayor Sergei Sobyanin pauses after casting his vote at a polling station in Moscow September 8, 2013.
Sergey SobyaninFoto: Reuters

Sobyanin Menang Pemilu Walikota Moskow

9 September 2013

Sergei Sobyanin memenangkan 51 persen suara. Tapi blogger dan tokoh muda oposisi Alexei Navalny tanpa diduga berhasil merebut 27 persen suara.

https://p.dw.com/p/19dzd

Alexei Navalny meragukan hasil perhitungan suara resmi dan menuntut agar dilakukan pemilu susulan. Ia berhasil merebut lebih 27 persen suara, dua kali lebih banyak dari perkiraan semula. Navalny menyebutkan, hasil perhitungan suara "sudah dimanipulasi" dan Sobyanin seharusnya tidak berhasil merebut mayoritas absolut. Jadi harus dilakukan pemilu susulan.

Namun Panitia Pemilu di Moskow menolak tuduhan itu dan menyatakan, tidak ada pelanggaran serius dalam pemungutan suara. Jadi tidak akan ada pemilu susulan. Sergei Sobyanin dinyatakan menang dalam satu putaran. Navalny menduduki posisi ke-dua dalam perolehan suara. Posisi ketiga diduduki oleh kandidati Partai Komunis Ivan melnikov dengan 10,7 persen suara. Tapi tingkat partisipasi pemilu sangat rendah, hanya mencapai 33 persen.

Menuntut pemilu susulan

Hari minggu malam (08/9) setelaha hasil perhitungan awal diumumkan, Navalny menuntut agar dilangsungkan pemilu susulan. Jika tidak, ia mengancam akan "mengimbau warga untuk turun ke jalan-jalan di Moskow".

Alexej Nawalny spricht am 15.09.2012 auf einer Kundgebung in Moskau.
Blogger dan tokoh oposisi Alexei NavalnyFoto: picture-alliance/dpa

"Saat ini, Sobyanin dan pendukung utamanya Vladimir Putin yang menentukan, apakah kita akan punya pemilu yang jujur dan apakah ada pemilu susulan atau tidak," kata Nawalny di hadapan sekitar 2500 pendukungnya.

Sobyanin yang berusia 55 tahun diangkat sebagai walikota Moskow tahun 2010 untuk masa jabatan lima tahun. Namun pemilu walikota dipercepat karena popularitasnya masih cukup tinggi. Kampanmye pemilu Sobyanin didukung oleh media-media yang dikuasai pemerintah.

Tokoh oposisi Alexei Navalny tidak mendapat porsi pemberitaan di media dan melakukan aksi kampanye di jalan. Keberhasilannya meraih 27 persen suara dinilai sebagai tamparan dan kritik terhadap Putin.

Kandidat oposisi menang di Yekaterinburg

Dalam pemilihan walikota di Yekaterinburg, kandidat oposisi Yevgeni Roisman menang atas calon dari Partai Rusia Bersatu pimpinan Putin. Roismann, 50 tahun, dikenal sebagai tokoh anti narkoba dan berhasil memenangkan sekitar 30 persen suara. Demikian keterangan Ketua Komisi Pemilu. Ilya Sacharov kepada kantor berita Interfax.

Kandidat yang didukung Putin, Jakov Silin, hanya berhasil mengumpulkan 26 persen suara. Yevgeni Roisman adalah pemimpin proyek "Kota Tanpa Narkoba" yang mendapat dukungan dari banyak tokoh terkenal di Rusia. Menurut sistem pemilu di Yekaterinburg, tidak perlu ada pemilu susulan.

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait
Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait