Pendataan Anggota Maois di Nepal Selesai | Seri Uni Jerman | DW | 27.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Seri Uni Jerman

Pendataan Anggota Maois di Nepal Selesai

Kelompok Maois diminta untuk tinggal di kamp-kamp, karena ini merupakan bagian penting dari perjanjian perdamaian.

Tentara Maois Nepal

Tentara Maois Nepal

Misi PBB di Nepal selesai mendata para pejuang Maois minggu lalu. Terdaftar lebih dari 30.000 mantan pejuang yang sekarang tinggal di 28 kamp diseluruh negara tersebut. Sebelumnya, kelompok Maois mengeluh, bahwa pemerintah Nepal tidak memberikan mereka infrastruktur yang memadai serta dana yang dibutuhkan untuk mengelola kamp-kamp ini. Kieran Dwyer, juru bicara PBB di Nepal, mengatakan bahwa kondisi hidup di kamp-kamp para Maois ini sangat mendasar.

"Jika seseorang memasuki salah satu kamp-kamp ini, cuma ada debu dan tanah, ini datang dari hutan. Mereka harus menggali tanah untuk membuat saluran air dan untuk membuat kakus. Mereka perlu persediaan air bersih yang kadang merupakan sebuah tantangan. Memberi makan ribuan orang setiap harinya merupakan sebuah tantangan logistik. Mereka belum bisa menghasilkan bahan pangan sendiri. Mereka takut, bahwa di musim hujan, yang akan datang beberapa bulan lagi, jalanan yang berlumpur dan hidup di tenda-tenda yang dibangun diatas tanah liat akan menjadi masalah serta tidak higienis.“

Menurut laporan media, pemerintah Nepal berencana untuk meningkatkan dana untuk kamp-kamp ini. Kiearan Dwyer bersikeras, bahwa para Maois ini harus tinggal di kamp-kamp, karena ini merupakan bagian penting dari perjanjian perdamaian tahun lalu antara pemerintah dan PBB.

"Pada waktu yang bersamaan, pemerintah berjanji bahwa angkatan bersenjata Nepal akan tetap tinggal didalam barak-barak, agar kedua pihak yang telah berseteru lebih dari 10 tahun tetap tinggal di kamp-kamp atau di barak-barak, sehingga bersama-sama kita dapat menciptakan kondisi untuk pemilihan yang bebas dan adil. Sekarang jika sekelompok pejuang memutuskan komitmen ini dan masuk ke arena sipil, maka seluruh proses perdamaian akan berantakan.“

Kieran Dwyer berkata, bahwa PBB puas dengan kerjasama para Maois pada pendataan dan pengumpulan senjata mereka di 7 kamp utama. Sebuah proses yang berakhir minggu lalu. Secara keseluruhan PBB mendaftar 3.400 senjata, termasuk mortir dan senjata mesin berat. Dwyer mengatakan, bahwa memang ada spekulasi, apakah para Maois ini benar-benar telah menyerahkan semua senjata mereka. PBB sendiri tidak yakin 100% bahwa hal ini sudah dilakukan, tetapi PBB akan menyelidiki semua tuduhan bahwa ada senjata di luar wilayah kamp dengan teliti.

Akhir pekan lalu menteri kehakiman Nepal mengatakan kepada wartawan, bahwa kali ini senjata yang diserahkan oleh para Maois ini lebih sedikit dari yang pernah dirampas dari sebuah kamp angkatan bersenjata 3 tahun lalu.