Penculik di Irak Kembali Siarkan Film Sandera Jerman | dunia | DW | 03.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penculik di Irak Kembali Siarkan Film Sandera Jerman

Dari Baghdad, para penculik kembali mengirimkan video berdurasi lima menit dan memperbarui ultimatum terhadap pemerintah Jerman.

Staf khusus di Berlin yang menangani kasus penyanderaan di Irak

Staf khusus di Berlin yang menangani kasus penyanderaan di Irak

Penculik kembali meminta pemerintah Jerman untuk segera menarik pasukannya dari Afghanistan, dalam waktu 10 hari. Video itu disebarluaskan melalui situs internet yang biasanya dipakai para penculik tersebut.

Dalam film itu juga diperlihatkan Hannelore Krause meminta pemerintah Jerman dan Austria untuk memenuhi tuntutan para penculik. Sebelumnya, perempuan berusia 61 tahun itu bekerja di kedutaan besar Austria di Baghdad. Dia menikah dengan seorang dokter berkebangsaan Irak. Sedangkan putranya yang berusia 20 tahun itu bekerja di kementerian luar negeri Irak. Salah seorang anggota kelompok penculik yang menamakan diri „Brigade Panah Keadilan“ juga memperlihatkan diri dalam film itu.

Dua warga Jerman yang telah lama bermukim di Irak tersebut menjadi sandera penculikan di Baghdad sejak awal Februari lalu. Sekitar sebulan yang lalu video pertama para penculik muncul. Sejak awal tuntutan mereka sama, yakni penarikan mundur pasukan Jerman dari Afghanistan. Tenggat waktu 10 hari dari para penculik terlewatkan karena tidak ada yang tahu pasti kapan film itu dibuat yang itu berarti tenggat waktu 10 hari itu juga tidak jelas kapan berakhirnya.

Saat ini terdapat 3000 serdadu Jerman yang ditempatkan di Afghanistan. Pesawat tempur Tornado milik angkatan bersenjata Jerman juga dikerahkan ke sana, ditugaskan untuk melakukan pengintaian udara.

Ini merupakan ketiga kalinya warga Jerman menjadi korban penculikan di Irak. Awal 2006 dua insinyur Jerman warga kota Leipzig disandera selama tiga bulan dan akhirnya dibebaskan. Setahun sebelumnya arkeolog Susanne Osthoff juga menjadi korban penculikan selama hampir sebulan. Hingga kini identitas sebenarnya para penculik warga Jerman tersebut masih tidak jelas. Diperkirakan mereka berlatar belakang Islam suni.

Tuntutan para penculik Krause dan putranya masih belum jelas, apakah murni bermotif politik atau menuntut uang tebusan. Karena khawatir dengan keselamatan sandera, pemerintah Jerman menahan diri untuk tidak memberikan informasi. Disebutkan di Berlin, para penculik tidak menuntut uang tebusan.

Sikap yang sama juga diambil pemerintah negara lain yang warganya menjadi korban penculikan di Irak. Sejak beberapa tahun lalu, sekitar 200 warga asing dari negara barat menjadi sandera. Kebanyakan sandera cepat dibebaskan, namun ada juga yang baru dibebaskan setelah beberapa bulan.

Saat ini sekitar 100 warga Jerman yang tinggal di Irak. Kebanyakan dari mereka menikah dengan warga Irak. Sekarang jarang ditemukan relawan organisasi bantuan swasta Jerman, pengusaha atau jurnalis Jerman yang bekerja di Irak. Kebanyakan mereka yang tinggal, mungkin menetap di Irak wilayah utara yang masih terbilang aman.

Iklan