Pencegahan Penyebaran Flu Burung di Indonesia | Fokus | DW | 19.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pencegahan Penyebaran Flu Burung di Indonesia

Pemerintah akan memusnahkan ternak yang terkena flu burung di Karo. Sebelumnya lima orang di Sumatera Utara meninggal dunia akibat virus tersebut.

Virus H5N1 kini ditemukan pula pada ternak babi

Virus H5N1 kini ditemukan pula pada ternak babi

Kematian lima orang di Karo, Sumatera Utara itu diduga kuat akibat terkena virus flu burung yang menjangkiti hewan-hewan, termasuk babi, di peternakan sekitar lokasi korban. Kepastian itu diperoleh setelah hasil uji serologi pada babi, ayam dan bebek dalam radius satu kilometer dari rumah keluarga korban, ditemukan virus flu burung. Seperti diungkapkan Menteri Pertanian, Anton Apriantono.

Oleh sebab itu, pekan ini pemerintah akan memusnahkan seluruh hewan ternak yang berada dalam jarak satu kilometer dari tempat tinggal korban. Dan untuk mencegah meluasnya flu burung, usaha jual beli babi kini dibatasi secara regional. Misalnya babi-babi dari Sumatera tidak bisa masuk ke Jawa. Johanes Soeharto dari Asosiasi Peternak Babi Solo meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Karena tak semua babi terjangkit flu burung.

Dari Sragen, seorang peternak babi Marta Sumarmi menjamin bahwa babi-babi dari peternakannya bebas flu burung. Karena pemberian vaksin secara rutin terus dilakukan. Meski pemberitaan tentang flu burung yang menjangkiti babi kembali ramai dibicarakan, menurut peternak 700 an ekor babi ini, permintaan konsumen masih relatif besar.

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sendiri mengakui Indonesia kini menghadapi tantangan berat dalam menghadapi bahaya virus flu burung yang telah menelan 30 korban jiwa. Untuk itu SBY menyerukan agar negara-negara membantu berperang melawan penyebaran virus flu burung. Saat ini Indonesia sangat membutuhkan bantuan keuangan dan teknis untuk memberantas virus H5N1 tersebut.