Penantian Istri Tentara Israel | Sosial | DW | 05.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Penantian Istri Tentara Israel

Istri seorang tentara Israel yang diculik oleh kelompok Hisbullah meminta pertolongan internasional dalam upaya pembebasannya.

Karnit menunjukkan foto bersama suaminya yang diculik

Karnit menunjukkan foto bersama suaminya yang diculik

Waktu berlalu. Nama tentara Israel yang diculik, Ehud Goldwasser, sempat menghiasi berita berita utama harian internasional. Setiap hari reporter silih berganti menelepon perempuan itu dan mengajukan pertanyaan, "Apakah Anda istri Ehud Goldwasser?“ Ia menjawab, ya. Ehud Goldwasser adalah suaminya. Goldwasser dan seorang serdadu Israel lain diculik milisi Hisbullah sejak awal Juli di perbatasan utara Israel.

Sekarang 3 bulan setelah peristiwa penculikan bahkan perang yang dipicu kasus itu sudah selesai. Ehud Goldwasser tetap menghilang. Pada 14 Oktober mendatang, istri Goldwasser, Karnit, akan merayakan ulang tahun pertama pernikahan mereka sendirian.

"Saya amat berharap kami dapat bersama-sama merayakan ulang tahun pernikahan ini. Namun nampaknya sekarang kami hanya mampu merayakannya dalam hati. Karena sampai hari ini kami tidak tahu kondisinya. Kami tidak tahu apakah ia masih hidup, terluka ataukah berada di Lebanon. Ketidak jelasan ini adalah hal terburuk.“

Mungkin, dengan mengadakan perjalanan dan hanya berbicara tentang suaminya, bisa menolong Ehud Goldwasser. Pekan lalu, Karnit berada di London, sebelumnya New York dan bertemu dengan sekretaris jendral PBB Kofi Annan. Tak hanya itu, Karnit juga meminta dukungan Dewan Eropa yang berada di Strassburg. Tujuan dari banyaknya aksi-aksi keputusaasaan ini hanya satu hal:

"Mendapatkan sinyal bahwa Ehud masih hidup.“

Hingga kini belum ada sinyal kehidupan dari Ehud Goldwasser. Istri Ehud berjuang keras dengan percaya diri dibawah sorotan kamera dan tampaknya ia tetap ingin tampil secantik mungkin, wajahnya dirias, kadang tersenyum saat menceritakan suaminya, yang baru saja belajar menyelam. Selama Karnit Goldwasser menjalankan aksinya, nampaknya ia dapat melupakan ketakutannya. Jika ia tetap tinggal di apartemennya di Haifa. Penderitaan itu tidak tertanggungkan.

Sementara ini, pasukan internasional sudah menempati posisinya di kawasan krisis. Angkatan laut Jerman, berpatroli di pantai Lebanon. Para politisi menuntut pendekatan baru dalam proses perdamaian Timur tengah. Karnit Goldwasser bukan politisi. Namun kini ia siap mengadakan kontak dengan Hisbullah.

"Bila saya bisa mengatakan sesuatu pada Hibullah, maka saya akan mengatakan pada para perempuan Hisbullah, terutama mereka yang menikah dengan orang orang yang menyekap Ehud. Saya yakin mereka akan mengerti sepenuhnya apa yang saya lakukan. Saya harap mereka dapat m