Penandatanganan Deklarasi Kampanye Damai | dunia | DW | 24.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penandatanganan Deklarasi Kampanye Damai

Para kandidat gubernur dan wakil gubernur sepakat hindari kekerasan.

Deklarasi kampanye damai di Aceh, yang ditandatangani hari Kamis (23/11) kemarin, diawali dengan pidato pejabat Gubernur Aceh Mustafa Abubakar: Nama-nama calon petarung untuk kursi gubernur dan wakilnya dibacakan.

Dalam deklarasi kampanye damai itu, para kandidat sepakat untuk menghindari segala bentuk dan motif kekerasan untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan masalah. Kandidat berjanji akan melarang personel pengamanan internal menggunakan seragam, senjata dan bertindak seperti aparat keamanan.

Selain itu, para kandidat juga berjanji akan menjunjung tinggi integritas Pilkada, menghargai keberasan pers, menghormati kebebasan masing-masing kandidat dan pendukungnya, tidak menggunakan dana publik untuk kampanye, tidak mentolerir jual beli suara, intimidasi, penyuapan dan pelecehan terhadap para pemilih, menghormati keputusan penyelenggara Pilkada, patuh pada ketentuan yang berlaku, menghormati dan menerima hasil Pilkada.

Para kandidat gubernur dan wakil gubernur menandatangani prasasti deklarasi damai yang disaksikan Menteri Dalam Negeri Mohamad Maaruf, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, Pejabat Gubernur Aceh Mustafa Abubakar. Namun Perdana Menteri eks Gerakan Aceh Merdeka Malik Mahmud tidak hadir di acara tersebut karena masih di Aceh Timur.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) M. Jafar mengharapkan Pilkada menjadi bisa menjadi angin penyejuk bagi rakyat Aceh, yang sudah puluhan tahun dililit konflik bersenjata dan politik.

Sehari sebelum deklarasi ini, terjadi insiden pemukulan terhadap kandidat Gubernur Aceh A. Humam Hamid di Bireuen. Menjelang masa kampanye yang dimulai hari Jum'at (24/11) ini makin timbul kekhawatiran memanasnya situasi di Aceh. A. Humam Hamid sendiri mengatakan telah memaafkan pelaku pemukulan terhadap dirinya.

Sementara salah seorang ulama Muslim Ibrahim menyampaikan harapan agar Pilkada dapat berlangsung dengan damai.

Usai penandatanganan deklarasi tersebut, para kandidat gubernur dan wakil gubernur beserta tim kampanye melakuan karnaval becak di jalan-jalan protokol kota Banda Aceh. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin ikut mengendarai salah satu becak yang ditumpangi Menteri Dalam Negeri Mohamad Maaruf, di barisan paling depan.

Hari Jum'at (24/11) ini dimulai masa kampanye secara resmi. Tanggal 11 Desember nanti hari pemungutan suara. Pilkada di Aceh menjadi Pilkada langsung terbesar di Indonesia, karena serentak dilakukan pemilihan gubernur dan bupati serta walikota di 19 kabupaten dan kota.

  • Tanggal 24.11.2006
  • Penulis Uzair
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPAo
  • Tanggal 24.11.2006
  • Penulis Uzair
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPAo
Iklan