Pemimpin Redaksi Playboy Indonesia Divonis Bebas | dunia | DW | 05.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemimpin Redaksi Playboy Indonesia Divonis Bebas

Akhirnya, Pemimpin Majalah Playboy Indonesia Erwin Arnada dibebaskan dari jerat hukum.

Majelis hakim kasus Majalah Playboy Indonesia di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini memvonis bebas Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia Erwin Arnada dari jerat hukum. Majelis hakim menolak dakwaan jaksa penuntut umum yang menyatakan bahwa Erwin Arnada, telah melanggar tindak kesusilaan. Ketua Majelis Hakim Erfan Basuning beranggapan Jaksa Penuntut Umum tidak cermat menyusun dakwaan, sebab tidak mencantumkan Undang-Undang Pers tentang Kebebasan Pers.

Erfan Basuning: “Jaksa tidak cermat dalam menyusun dakwaan, karena hanya mendakwa lewat KUHP, tapi tidak lewat Undang-undang Pers. Maka dakwaan tidak bisa diterima.”

Di luar persidangan, Jaksa Penuntut Umum Agung Ardianto menyatakan tidak mencantumkan Undang-undang Pers karena tidak ada alasan untuk penerapan undang-undang tersebut.

Jaksa Penuntut Umum Agung Ardianto sebelumnya menjerat Erwin Arnada dengan pasal tentang tindakan kesusilaan dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.

Erwin Arnada merasa lega dengan vonis bebas tersebut. Dengan demikian majalah Playboy Indonesia akan didistribusikan lagi, namun menurut Erwin, distribusinya akan dibatasi.

Erwin Arnada: “Kita larang menjual di dekat sekolah-sekolah. Dan betul setelah gugatan ini gugur akan kita lebih ketatkan lagi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.”

Dewan Pers sebelumnya menyatakan bahwa Playboy itu adalah produk jurnalistik, sehingga menurut mereka bila ada pelanggaran, maka seharusnya diuji pertama kali dengan kode etik jurnalistik.

Sejak awal berdirinya majalah ini dalam bahasa Indonesia, telah mengundang reaksi pro dan kontra. Sampai-sampai kantornya sempat dipindahkan ke Bali, gara-gara kantor di Jakarta diserang kelompok muslim radikal.

Vonis bebas itu seolah menjadi kado ulang tahun majalah waralaba internasional tersebut. Tepat awal April ini, majalah bersimbol kelinci berdasi versi Indonesia itu merayakan hari jadinya yang pertama.



Iklan