Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Tuntut Diakhirinya Sanksi | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 01.01.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Konflik Korea

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Tuntut Diakhirinya Sanksi

Dalam pidato Tahun Barunya, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un memperingatkan AS untuk tidak mengambil tindakan sepihak. Jika AS melanggar, Korea Utara akan menetapkan "arah baru".

Kim Jong Un menyatakan tanggal 1 Januari 2019, bahwa ia ingin melanjutkan diskusi denuklirisasi dengan AS. Tetapi pemimpin Korea Utara itu juga memperingatkan agar tidak menguji kesabarannya. Ia menyatakan, dalam hal ini AS tidak bisa mengambil langkah sepihak.

Dalam pidato tahun barunya,  Kim Jong Un menyerukan AS untuk menghentikan latihan militernya dengan Korea Selatan dan membatalkan niat untuk menambah aset militer di negara itu.

Pemimpin Korea Utara tersebut memperingatkan, ia mungkin tidak akan melihat alternatif lain, selain mengambil langkah ke "arah baru", jika Washington terus "mengingkari janji dan menyalahgunakan kesabaran rakyat Korea Utara dengan mengajukan tuntutan sepihak, dan mendesak sanksi, serta melancarkan tekanan."

"Jika AS terus mengingkari janji yang dibuat di depan seluruh dunia," kata Kim, "kita mungkin tidak punya alternatif lain selain mengambil langkah baru untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan negara."

Tuntutan penghapusan sanksi

Kim Jong Un juga menegaskan, Korea Utara telah menunjukkan kesediaannya untuk mengambil langkah menuju denuklirisasi. Tapi AS juga harus bersedia berkompromi.

Ia bersedia bertemu Trump lagi di masa depan. Tetapi  dalam waktu bersamaan Kim menekankan, tujuan pertemuan adalah untuk mencapai hasil yang diterima masyarakat internasional. Korea Utara juga menuntut pelonggaran sanksi.
     
Negara komunis itu dituntut oleh AS untuk melucuti senjata nuklir dan menghentikan program rudal balistiknya. Sebagai reaksinya, Pyongyang mengutuk desakan Washington dan menyebutnya "tindakan penjahat".

Washington terus mendesak agar tekanan tetap dilancarkan terjadap Korea Utara sampai denuklirisasi selesai sepenuhnya dan diverifikasi oleh badan independen.

Kim Jong Un juga menyerukan kerjasama lebih erat dengan Korea Selatan. Sekaligu menambahkan, Pyongyang siap melaksanakan pengoperasian bersama kawasan pabrik di kota perbatasan Kaesong. Ia juga menyatakan dukungan bagi dimulainya kembali perjalanan wisata bagi warga Korea Selatan ke kawasan peristirahatan Gunung Intan di Korea Utara. Agar semua itu bisa terlaksana, sanksi harus dihapus. Demikian dikatakan pemimpin Korea Utara itu. 

Pidato Tahun Baru dari pemimpin negara komunis itu adalah peristiwa penting dalam kalender politik Korea Utara. Karena ini jadi penanda haluan bagi tahun yang baru.

ml/as (afp, rtr, ap)

 

 

Laporan Pilihan

Iklan