Pemilu Ukraina: Kembalinya Yulia Timoshenko | Fokus | DW | 27.03.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pemilu Ukraina: Kembalinya Yulia Timoshenko

Dibandingkan dengan pemilu tahun 2004, pemilu Ukraina kali ini dapat dikatakan berjalan lancar dan jujur.

Yulia Timoshenko masih ditunggu, apakah ia akan kembali dalam jajaran elit pemerintah Ukraina

Yulia Timoshenko masih ditunggu, apakah ia akan kembali dalam jajaran elit pemerintah Ukraina

Dalam penghitungan pertama, partai pro Rusia milik Viktor Janukowich meraih sekitar 26 persen suara. Sedangkan partai milik bekas perdana Menteri Yulia Timoshenko meraih 24 persen. Sementara partai dari Presiden Yushchenko sekitar 17 persen.

Komisi Pusat Pemilu memberi keterangan Senin (27/3) ini, hasil penghitungan sementara baru akan dikeluarkan Selasa (28/3) besok. Ketua komisi Yaroslav Davydovitsh mengemukakan adanya kesulitan dalam penghitungan suara untuk 45 partai yang mengikuti pemilu kali ini

Setelah pemilihan usai, Yulia Timoshenko menyatakan kesediaanya untuk berkoalisi dalam memerintah Ukraina. Selain partainya dan partai yang sekarang memerintah, ia mengharapkan ikut sertanya partai sosialis, yang menurut penghitungan sementara memperoleh 5,4 persen suara. Dalam kesempatan ini juga Timoshenko menyatakan, jika koalisi terbentuk, ia mengiinginkan jabatan sebagai kepala pemerintahan. Semenatara juru bicara partai pemerintah menerangkan, kembalinya Timoshenko menjadi perdana menteri dapat diterima.

Dalam Revolusi Orange, Timoshenko mempunyai andil yang besar bagi terpilihnya Yushchenko menjadi presiden. Untuk andilnya ini, Yushchenko mengangkat Timoshenko sebagai perdana menteri. Setelah pertikaian internal, Timoshenko dipecat pada bulan September 2005. Jika saja Timoshenko kali ini dapat menduduki posisi utama dalam pemerintahan, maka kekuasaannya akan lebih besar dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan presiden harus membagi wewenang dengannya.