Pemilu Presiden di Timor Leste Relatif Tenang | Fokus | DW | 09.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pemilu Presiden di Timor Leste Relatif Tenang

Pemungutan suara untuk pemilihan presiden baru di Timor Leste sudah dilakukan dan penghitungan suara dimulai.

Menurut berbagai laporan, pemungutan suara hari Senin (09/04) berjalan relatif tenang. Tingkat partisipasi dinilai cukup tinggi. Para pemilih sudah berdatangan ke tempat pemungutan suara beberapa jam sebelum TPS dibuka. Sekalipun pemungutan suara berlangsung relatif tenang dan aman, masih ada kekhawatiran munculnya kerusuhan, terutama pada masa-masa setelah pengumuman penghitungan suara, yaitu jika kubu yang kalah suara tidak bisa menerima kekalahannya.

Kandidat presiden akan memenangkan pemilu tahap pertama ini jika mampu meraih lebih 50 persen suara, Jika tidak ada kandidat yang mengumpulkan 50 persen plus, maka akan dilangsungkan pemungutan suara tahap kedua dengan dua kandidat pengumpul suara terbanyak. Pemilu susulan direncanakan pada awal Mei mendatang. Para pengamat memperkirakan, persaingan ketat akan terjadi antara Perdana Menteri Jose Ramos Horta dan Ketua Parlemen Francisco Guterres yang dikenal dengan nama Lu-Olo. Ada 8 kandidat yang mengajukan diri, namun hanya 3 sampai 4 kandidat yang diperkirakan mengumpulkan suara cukup banyak.

Inilah pemilihan residen pertama yang dilangsungkan di Timor Leste setelah merdeka tahun 2002. Ribuan anggota kepolisian dan pasukan pengaman internasional mengamankan pemungutan suara hari ini, yang juga diamati oleh banyak pengamat asing dan mendapat sorotan luas media internasional.

Menurut Panitia Penyelenggara Pemilu Timor Leste, STAE, jumlah pemilih kali ini sekitar 523 ribu orang, dengan jumlah terbanyak di ibukota Dili, yaitu hampir 100.000 orang. Proses penghitungan suara selanjutnya akan dilakukan oleh Komisi Pemilu, CNE. Hasil penghitungan suara sudah harus terkumpul selambat-lambatnya dalam waktu 72 jam. Hasil penghitungan suara kemudian akan dikirim ke Pengadilan Tinggi Timor Leste untuk disahkan.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan siap bekerjasama dengan siapa pun yang dipilih oleh rakyat Timor Leste. Demikian disampaikan juru bicara kepresidenan Dino Patti Djalal di kantor Presiden di Jakarta hari Senin (09/04).