Pemilu Italia: Prodi Menang Tipis | Fokus | DW | 11.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pemilu Italia: Prodi Menang Tipis

Kemenangan tipis kubu Unione pada pemilu parlemen Italia membuat Berlusconi berang. Ia menuntut penghitungan ulang kertas suara

Romano Prodi dalam pesta kemenangan kubu Unione

Romano Prodi dalam pesta kemenangan kubu Unione

Satu malam, cukup untuk membuat Italia berdebar-debar. Satu malam, di mana drama penghitungan suara hasil pemilu eksekutif belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan sampai pagi hari ini (Selasa, 11/4), tidak ada yang bisa memastikan, siapa yang akan menduduki kursi perdana menteri di Italia.

Oposisi Rayakan Kemenangan

Namun di balik kecemasan itu, para pendukung pihak oposisi, koalisi tengah kiri atau Unione, sudah dapat berpesta. Mereka merayakan kemenangan atas kubu Berlusconi dan partainya, Forza Italia, pada pemilu parlemen. Di pusat kota Roma, Romano Prodi, sang penantang dari Milan, tampak tergesa-gesa menaiki panggung dan meneriakkan yel-yel kemenangan yang segera disambut dengan teriakan antusias para pendukungnya.

Selisih Tipis

Kemenangan kubu Prodi pada pemilu parlemen memang menyisakan kisah lain dari wajah perpolitikan Italia. Menurut data resmi yang dikeluarkan Kemeterian Dalam Negeri Italia, kubu Prodi memenangkan pemilu dengan hanya terpaut 25.000 suara. Dengan kata lain, sebuah titik balik dalam panggung politik Italia telah ditentukan oleh kurang dari 0,1 persen pemilih. Dan yang paling membuat Prodi bahagia, adalah peraturan baru pemilu yang memberi jatah tambahan 63 kursi untuk pemenang pemilu parlemen.

Berusconi Ragukan Hasil Penghitungan

Perdana Menteri Silivio Berlusconi memang belum memberikan pernyataan resmi terhadap kekalahannya. Namun melalui juru bicaranya, Paolo Bonaiuti, Berlusconi meragukan keabsahan hasil penghitungan suara pemilu. Menurutnya, penghitungan suara harus diulangi. Begitu ungkap sang jubir, Bonaiuti, yang menyatakan bahwa karena kecilnya selisih kemenangan suara, harus diadakan pemeriksaan ulang kertas suara dan proses penghitungan.

Namun koalisi tengah kanan yang dipimpin Berlusconi tetap meyakini, bahwa mereka akan terus memimpin dalam perolehan suara pada pemilihan anggota senat. Tidak seperti pemilu parlemen, pada pemilihan anggota senat, tidak terdapat aturan jatah tambahan untuk pemenang pemilu.

Hasil dari Luar Negeri

Di tempat lain, proses penghitungan suara untuk menentukan pemenang pemilu kamar kedua dalam lembaga legislatif Italia, masih berlangsung, dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Panitia pemilu masih menunggu surat suara yang datang dari pemilih di luar negeri. Untuk pertama kalinya, para pemilih di luar negeri dapat mengirimkan enam orang calegnya ke senat. Enam kandidat, yang dalam beberapa jam kedepan, akan menentukan mayoritas di kamar kedua parlemen.

Pemerintahan Tidak Akan Berjalan

Jika kubu koalisi tengah kanan pimpinan Berlusconi berhasil mendapatkan kursi terbanyak di senat, maka wajah perpolitikan Italia akan terhimpit oleh dua kekuatan besar yang saling mengancam. Kemenangan untuk Prodi di Parlemen, tapi juga mayoritas untuk Berlusconi di senat, keduanya akan saling memboikot satu sama lain, dan pada akhirnya tidak ada yang dapat menjalankan roda pemerintahan dengan stabil.

Pilihan Bagi Italia

Bagi Italia, kini hanya terdapat dua kemungkinan untuk keluar dari masalah ini, pemilu ulang atau koalisi besar. Namun tampaknya pilihan pertama sudah tertutup bagi publik Italia, kampanye pemilu yang melelahkan dan menelan dana besar memaksa mereka untuk berpikir ulang, jika mau melakukan pemilu lagi.

Sementara koalisi besar, walaupun akan sangat sulit karena kedua pihak saling menolak, merupakan kesempatan terakhir bagi masa depan politik dan ekonomi Italia. Seperti yang diutarakan oleh Menteri kebudayaan Italia, Rocco Buttiglione, “Semua pihak harus memberikan sinyal yang jelas kepada pasar dan investor asing, bahwa negara ini terbuka bagi mereka.”