Pemilu di Berlin dan Mecklenburg Vorpommern | dunia | DW | 18.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemilu di Berlin dan Mecklenburg Vorpommern

Di Berlin SPD menang memukau. Di Mecklenburg Vorpommern perolehan suaranya anjlok.

PM Klaus Wowereit (SPD) menang gemilang di Berlin

PM Klaus Wowereit (SPD) menang gemilang di Berlin

Bagi kubu Sosialdemokrat SPD, hasil 2 pemilu negara bagian ini seperti bermuka dua. Die Meckelenburg Vorpommern, SPD berhasil bertahan sebagai fraksi terkuat, tapi SPD kehilangan sekitar 10 persen suara. Sedangkan di Berlin situasi sebaliknya. SPD di bawah pimpinan perdana menteri Klaus Wowereit muncul sebagai fraksi terkuat dan memenangkan 30,8 persen suara. Wowereit berhasil mencapai target yang ia canangkan, yaitu perolehan suara di atas 30 persen.

Sementara Kristendemokrat CDU hanya mencapai 21,3 persen suara. Ini adalah hasil pemilu terburuk bagi CDU Berlin dalam sejarah partai. Yang mengkhawatirkan partai-partai besar adalah perolehan suara partai radikal kanan NPD, yang dekat dengan ideologi NAZI Hitler. Di Mecklenburg Vorpommern NPD mengumpulkan 7 persen suara. Inilah parlemen negara bagian kedua yang berhasil dimasuki NPD, setelah sebelumnya mereka berhasil masuk ke parlemen di negara bagian Sachsen. Batas minimum perolehan suara untuk masuk parlemen adalah 5 persen.

Di Berlin, perdana menteri Klaus Wowereit sekarang bisa memilih mitra koalisinya. Ia bisa meneruskan koalisi dengan Partai Kiri, atau membentuk koalisi baru dengan Partai Hijau. Pada malam perhitungan suara asil pemilu, Wowereit masih belum mengungkapkan favoritnya. Ia lebih dulu berterimakasih kepada para pemilihnya.

Klaus Wowereit: „Terimakasih kepada warga Berlin yang memilih kubu demokrat, dan tidak membiarkan NPD masuk parlemen Berlin. Kami sekarang belum bisa memberi penilaian menyeluruh atas hasil ini, tapi yang jelas, tanpa SPD tidak bisa terbentuk pemerintahan, dan memang baik begitu.“

Kalau dilihat perolehan suara, pemilih menghendaki Partai Hijau jadi mitra koalisi. Sebab mitra koalisi SPD, Partai Kiri harus mengalami kekalahan besar. Perolehan suaranya di Berlin anjlok dari 22,6 persen menjadi 13,4 persen. Sedangkan Partai Hijau meningkatkan perolehan suara dari 9,1 persen pada pemilu lalu, menjadi 13,1 persen. CDU di Berlin kelihatannya harus puas dengan kursi oposisi.

Di Mecklenburg Vorpommern, perdana menteri SPD Harald Ringsdorff memang berhasil mempertahankan posisi partainya sebagai fraksi terkuat, dengan 30,2 persen suara. SPD hanya terpaut tipis dengan CDU yang memperoleh 28,8 persen suara. Dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, kedua partai besar itu sudah kehilangan banyak suara. Penurunan suara SPD cukup dramatis. Pada pemilu lalu SPD merebut 40,6.

Kelihatannya, perdana menteri Harald Ringsdorff akan mencoba membentuk koalisi besar untuk memperoleh pemerintahan stabil. Karena Mecklenburg Vorpommern adalah kawasan bermasalah, dengan tingkat pengangguran tertinggi di Jerman.

Teoritis, SPD bisa juga meneruskan koalisi dengan Partai Kiri, tapi mayoritas suara di parlemen sangat tipis. Yang jadi sorotan media di Mecklenburg Vorpommern kali ini adalah masuknya kubu radikal kanan NPD ke parlemen dengan perolehan suara 7,2 persen. Pada pemilu lalu, NPD hanya mencapai 0,8 persen. NPD kelihatannya berhasil menjaring pemilih frustasi dan suara protes.

Iklan