Pemilihan Kongres AS Dimulai | Fokus | DW | 07.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pemilihan Kongres AS Dimulai

Siapa yang akan memenangkan pemilihan kongres kali ini. Partai Demokrat atau Partai Republik?

Kongres AS

Kongres AS

Meskipun diselingi gangguan singkat dari tahun 2001 hingga 2002 dapat dikatakan sejak tahun 1994 Partai Republik yang mendominasi kedua majelis dalam Kongres Amerika Serikat. Namun kini, peniliti jajak pendapat menyebutkan meski Partai Demokrat memimpin tipis dalam jajak pendapat terakhir, partai tersebut sedang naik daun.

Partai Demokrat membutuhkan enam kursi untuk bisa menguasai senat. Nampaknya jumlah itu dapat saja diraih, demikian dikatakan sejumlah pengamat, namun ada kemungkinan juga tidak. Tiga negara bagian Virginia, Missouri dan Tennessee, di mana kedua kandidat hingga kini meraih suara imbang, yang akan menentukan siapa yang lebih unggul. Untuk menjadi mayoritas Partai Demokrat harus dapat merebut 15 kursi di DPR Amerika Serikat. Banyak yang berpendapat target ini dapat dicapai, karena antara lain kalangan Demokrat mengatakan akan memusatkan kampanye mereka pada masalah Irak serta mereferendum kebijakan Bush. Ketua Kampanye Demokrat asal New York Charles Rangel menuturkan:

“Pemilihan ini merupakan penentuan perang Irak dan kegagalan pemerintahan Bush.”

Presiden Amerika Serikat George W. Bush yang jumlah suara pemilihnya menyusut hingga 35%, terakhir berkampanye di negara-negara bagian di mana popularitasnya masih tinggi. Di Pensecola, Florida, hari Senin (06/11) Bush masih saja bersikap optimis, bahwa dalam pemilihan ini pun para pemilih akan menghukum segala penjajak pendapat yang menyebarkan kebohongan. Bush mengatakan:

“Tinggal 24 jam, dan di Washington ada yang sudah yakin bagaimana hasil pemilihannya. Hal yang sama terjadi dalam pemilihan tahun 2004 dan waktu itu sebagian Gedung Putih sudah mengepak barang-barang. Namun, setelah Florida memilih, semua barang-barang yang sudah dikemas akhirnya dikeluarkan lagi.”

Kedua partai harus dapat mendorong pendukung mereka untuk memilih hari Selasa (07/11) ini. Namun, di Amerika Serikat jumlah pemilih yang memberikan suara pada pemilihan sela jarang sekali mencapai lebih dari 40%. Apalagi, dampak skandal korupsi yang terjadi selama masa pemerintahan Bush juga membayangi-bayangi anggota kongres Amerika lainnya.

Selain memusatkan kampanye mereka pada Perang Irak dan politik migrasi kedua partai menitikberatkan arah kampanye pada tema-tema lainnya yang berbeda. Kalangan Demokrat terutama menuntut dinaikkannya gaji minimum, lebih peduli pada lingkungan hidup dan meningkatkan jaminan lapangan kerja di Amerika Serikat. Sementara kandidat Republik menitikberatkan kampanye mereka pada terorisme, penolakan pernikahan homoseksual serta menjanjikan pertumbuhan ekonomi Amerika dengan menurunkan pajak.

Jika Partai Demokrat berhasil meraih mayoritas di kongres, maka masa pemerintahan Bush yang tinggal dua tahun akan menjadi tahun-tahun terakhir yang sangat sulit. Karena antara lain, kongres berhak untuk menolak kehadiran presiden dalam pertemuan komite, bahkan dapat mendakwanya.