Pembicaraan Soal Program Nuklir Korut | Fokus | DW | 13.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Pembicaraan Soal Program Nuklir Korut

Oktober lalu tidak akan ada yang percaya, kesepakatan ini mungkin. Namun di Beijing, Selasa 13 Februari, hal yang muskil itu disepakati.

Wakil enam negara yang ikut dalam pembicaraan enam pihak

Wakil enam negara yang ikut dalam pembicaraan enam pihak

Inilah berita paling sensasional di media Cina dan di seluruh dunia. Setelah perundingan berbulan-bulan akhirnya kesepakatan tercapai dalam pembicaraan antara enam pihak. Korea Utara setuju untuk menghentikan program nuklirnya. Demikian dinyatakan wakil Menteri Luar Negeri Cina, Wu Dawei. Wu menambahkan, kesepakatan ini sangat berarti bagi perdamaian, stabilitas dan perkembangan di semenanjung Korea. Selain itu, juga penting agar negara-negara yang terkait dapat memperbaiki hubungan mereka. Lagi pula, kesepakatan ini menjadi syarat agar suasana harmonis di Asia Timur bisa tercapai.

Langkah-langkah pertama dalam pengurangan senjata nuklir Korea Utara sudah akan diambil dalam 60 hari mendatang. Menurut rencana, pertama-tama pemerintah negara komunis itu akan menutup instalasi nuklir yang berkapasitas besar dan mengijinkan inspektur asing untuk masuk ke negaranya. Selain itu, Korea Utara menyatakan bersedia membuat daftar semua instalasi nuklirnya.

Imbalan untuk Kesediaan Korut

Sebagai imbalannya, Korea Utara pertama-tama akan mendapat 50.000 ton minyak mentah. Bantuan berikutnya dalam bentuk dana dan energi akan menyusul, jika negara itu benar-benar menutup instalasi nuklirnya. Di samping itu, negara miskin Korea Utara juga akan mendapatkan bantuan kemanusiaan. Keinginkan Korea Utara untuk berbicara langsung secara bilateral dengan AS juga dikabulkan. Sebelumnya, AS menolak mentah-mentah dialog langsung. Mengenai hal ini, Menteri Luar Negeri Cina, Wu Dawei mengatakan,

Korea Utara dan AS akan memulai pembicaraan bilateral. Tujuannya adalah untuk membicaraan masalah yang hanya melibatkan dua negara itu. Pada dasarnya pembicaraan mereka juga akan membantu pembentukan hubungan internasional yang kuat. Selain itu, AS juga akan berusaha agar Korea Utara tidak dianggap lagi negara yang mendukung terror.

Titik Balik dalam Sejarah

Kesepakatan dalam pembicaraan enam pihak adalah titik balik dalam sejarah. Di masa lalu kerap terjadi persaingan antara AS dan Korea Utara. Pembicaraan antara enam partai ini sudah dimulai sejak lima tahun lalu. Tapi selama ini kemajuan kongkret tidak tercapai. Tahun 2005 lalu Korea Utara sudah bersedia untuk mengurangi instalasi nuklirnya. Tetapi tak lama setelah itu, menarik kembali tawarannya.

Selama ini tidak ada kesepakatan sekongkret yang tercapai sekarang ini, karena kesepakatan yang sekarang mencakup langkah-langkahnya. Maret mendatang tahap baru pembicaraan enam pihak sudah akan diadakan di ibukota Cina, Beijing. Sampai perundingan berikut, Korea Utara sudah harus melaksanakan sejumlah langkah pertama. Dan dunia internasional akan melihat, apakah Korea Utara kali ini akan menepati janjinya. (ml)

  • Tanggal 13.02.2007
  • Penulis Petra Aldenrath
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIuv
  • Tanggal 13.02.2007
  • Penulis Petra Aldenrath
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIuv