Pembicaraan Menlu India Pakistan | dunia | DW | 14.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pembicaraan Menlu India Pakistan

Selasa ini (14/11)untuk pertama kalinya setelah rangkaian serangan bom di Mumbay, India dan Pakistan kembali mengadakan pembicaraan tentang upaya membina kepercayaan. Mediator adalah menteri luar negeri kedua negara.

Serangan KA di Mumbay hentikan proses perdamaian India Pakistan

Serangan KA di Mumbay hentikan proses perdamaian India Pakistan

Dalam pertemuan dua hari ini agenda pembicaraan antara lain upaya anti teror bersama dan tema konflik utama kawasan Kashmir. Pembicaraan perdamaian yang diawali awal tahun 2004 tersebut terhenti setelah terjadinya serangan bom di Mumbay. India menghentikannya karena diduga Pakistan berada di belakang rangkaian serangan bom tersebut.

Tujuh bom meledak di jalur kereta api penumpang di Mumbay bulan Juli lalu dan menewaskan lebih dari 180 orang. Menurut penyidik pihak India, indikasi pelaku serangan mengarah kepada dua kelompok ekstremis Islam yang didukung Pakistan. Pihak dinas rahasia Pakistan ISI berada di belakang serangan tersebut. Demikian dikatakan penasihat keamanan nasional India Mayankote Kelath Narayanan.

Selama pembicaraan dua hari di New Delhi, India hanya akan menyodorkan sebagian bukti terhadap dugaan peran Pakistan dalam rangkaian serangan di Mumbay. Pemerintah India menyebutnya sebuah uji coba. Pakistan selalu mengulang janji bekerja sama dengan India untuk memerangi teror. Meskipun demikian, pemerintah di Islamabad membantah segala bentuk keterlibatannya dalam serangan di Mumbay. Menurut menteri luar negeri Pakistan Kurshid Kasuri:

"Tentu saja kami mengecam serangan itu. Ya, memang ada masalah terorisme yang meresahkan seluruh dunia. Pemerintah Pakistan turut ambil bagian dalam memeranginya. Saya tidak bertindak lain selain mengecam keras serangan itu.“

Jika sekarang menteri luar negeri kedua negara mengadakan pembicaraan, hal ini karena jasa Presiden Pakistan Pervez Musharaf dan Perdana Menteri India Singh. Pada dasarnya mereka sepakat dilakukan pertukaran informasi antara dinas rahasia kedua negara. Menteri luar negeri India Anand Sharma mengatakan:

"Ini adalah langkah penting untuk upaya membina kepercayaan dan kelanjutan dialog setelah kejadian serangan di Mumbay. Kami akan menghadapi terorisme dengan mekanisme bersama. Kedua negara akan melakukan pertukaran informasi dan badan keamanan akan melakukan kerjasama, paling tidak mengkoordinasi kerjanya.“

Para pakar merasa skeptis bagaimana kelancaran pertukaran seperti ini. Tidak ada yang mengharap hasil yang cepat. Tidak pula dalam pengusutan serangan di Mumbay. Tapi yang utama dari pembinaan hubungan antara pakar keamanan diharapkan tercipta suasana yang baik untuk pembicaraan politik. Demikian menurut penulis dan pakar politik India C. Raja Mohan.

“Yang penting adalah bagaimana orang bersikap antara kekerasan dan pembicaraan perdamaian. India mengatakan tidak dapat melanjutkan dialog jika terjadi insiden seperti serangan di Mumbay. Dan Pakistan mengatakan tidak tersangkut paut dengan hal itu. Oleh karena itu diperlukan kerangka bersikap dalam masalah antara kekerasan dan proses perdamaian.“

Iklan